18 September 2026
Pertanian

Regenerasi sejak Dini, UPT Kementan Dekatkan Gen Z pada Pertanian Modern

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, semakin dekat generasi muda dengan praktik pertanian, semakin terbuka pula kesempatan untuk menumbuhkan generasi penerus yang mengenal, memahami dan turut mengambil peran dalam pembangunan pertanian Indonesia.

 

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Regenerasi petani menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pertanian, dengan menumbuhkan ketertarikan generasi muda, Kementerian Pertanian RI (Kementan) mengenalkan praktik Pertanian Modern bagi 106 siswa kelas VIII SMP Daarut Tauhiid Boarding School saat berkunjung ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Selasa (15/9).

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk melihat langsung, pertanian tidak hanya pada lahan terbuka, juga dikembangkan dengan berbagai teknologi dan metode budidaya yang menarik bagi generasi muda.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis mendorong kemajuan bangsa. Generasi muda memiliki posisi penting sebagai penerus pembangunan pertanian nasional.

“Yang bisa mengubah republik ini adalah sektor pertanian. Indonesia memiliki keunggulan komparatif di sektor ini,” katanya.

Sejalan hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya regenerasi petani di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

“Regenerasi petani sangat penting, karena usia petani saat ini semakin menua, sementara kebutuhan pangan terus meningkat. Peran generasi muda menjadi sangat krusial,” katanya.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori diwakili Ketua Kelompok Program dan Evaluasi, Aris Hanafiah dan Katimker Program dan Kerja Sama, Yanissa Nuraeni Kuswandi menerima 106 siswa, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Daarut Tauhiid Boarding School, Riswan Risnandar.

Dalam sambutannya, Aris Hanafiah mengatakan bahwa kegiatan kunjungan, menunjukkan bahwa pertanian memiliki ruang luas untuk dikembangkan.

"Tidak hanya pada tahap budidaya, juga melalui teknologi, pengolahan hasil dan pengembangan produk," katanya mengutip arahan Kabalai Ahmad Dedy Syathori.

Aris Hanafiah menambahkan, pengenalan pertanian pada generasi muda sejak dini menjadi bagian penting membangun ketertarikan terhadap sektor pertanian. 

"Semakin dekat generasi muda dengan praktik pertanian, semakin terbuka pula kesempatan untuk menumbuhkan generasi penerus yang mengenal, memahami, dan turut mengambil peran dalam pembangunan pertanian Indonesia," ungkapnya.

Praktik Budidaya

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMP Daarut Tauhiid Boarding School, Riswan Risnandar apresiasi dukungan dan atensi Kementan melalui BBPP Lembang mendukung proyek ekstra kurikuler sekolah.

“Kami ingin siswa mengenal langsung pertanian modern sedari dini, mudah-mudahan bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk anak-anak,” katanya.

Antusiasme siswa terlihat ketika mereka diajak menuju lahan praktik BBPP Lembang. Didampingi petugas lahan praktik serta siswa dan mahasiswa yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), para peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai budidaya tanaman sayuran menggunakan polybag.

Mereka diperkenalkan dengan tahapan menyiapkan media tanam yang terdiri atas tanah, arang sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1.

Setelah mendapatkan penjelasan, siswa bersama-sama mencampurkan media tanam tersebut dan memasukkannya ke dalam polybag berukuran 30 x 40 sentimeter.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik menanam bibit cabai dan pakcoy. Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, juga pengalaman langsung mengenai bagaimana sebuah tanaman dipersiapkan dan dibudidayakan.

Produk Olahan

Katimker Program dan Kerja Sama, Yanissa NK mengatakan, pengalaman siswa tidak berhenti pada kegiatan budidaya. Mereka juga diajak mengenal berbagai fasilitas pembelajaran di BBPP Lembang dan interaksi dengan widyaiswara untuk menggali pengetahuan mengenai pertanian.

"Beragam pertanyaan disampaikan siswa, budidaya sayuran dan buah-buahan di lahan terbuka, teknologi hidroponik hingga tanaman hias seperti kaktus dan sukulen," katanya.

Mereka juga diperkenalkan dengan pengolahan hasil pertanian, ungkap Yanissa, di laboratorium pengolahan hasil pertanian, siswa melihat bagaimana hasil pertanian dapat diolah menjadi produk pangan yang menarik.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan siswa untuk membeli dan mencicipi aneka olahan pangan segar bergizi seperti es krim jagung dan stroberi serta sorbet buah naga, mangga, dan kopi. [chetty/afriski/dary timhumasbbpplembang]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup