08 September 2026
Pertanian

Kementan gelar Sertifikasi Kompetensi Bidang Penyuluhan dan Pengolahan Hasil

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori selaku Asesor Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian [insert kanan atas] hadiri pembukaan kegiatan Sertifikasi Kompetensi oleh Kakelsi Standarisasi dan Sertifikasi Pertanian - (Puslatan, Eka Herissuparman [insert kanan bawah] yang diikuti oleh 14 orang peserta (asesi).

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) khususnya Tempat Uji Kompetensi (TUK) Mandiri pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar ´Sertifikasi Kompetensi bagi 2 Skema Sertifikasi: Penyuluhan Pertanian Level Supervisor Pertama dan Fasilitator Pemula serta Pengolahan Hasil Pertanian´. 

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori selaku Asesor Kompetensi Bidang Penyuluhan Pertanian mengatakan kegiatan sertifikasi selama tiga hari, 4 - 6 September 2026 di BBPP Lembang, yang diikuti oleh 14 orang peserta (asesi).

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengelola sektor pertanian secara modern dan berkelanjutan.

“Kompetensi SDM harus terus ditingkatkan. Ini menjadi kunci untuk mencapai swasembada pangan berkelanjutan, produktivitas tinggi, dan modernisasi pertanian,” tegas Amran.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan bahwa penguatan kompetensi menjadi faktor penting meningkatkan produktivitas serta mempercepat adopsi inovasi di sektor pertanian.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori memgatakan ke-14 asesi mengikuti sertifikasi, terdiri atas 7 asesi mengikuti skema sertifikasi pengolah susu kedelai.

"Ada 9 asesi mengikuti sertifikasi skema penyuluhan pertanian yaitu 8 asesi level supervisor pertama dan 1 orang level fasilitator pemula," katanya.

Ahmad Dedy Syathori menambahkan, asesi merupakan widyaiswara, pelaku usaha dan petugas laboratorium pengolahan hasil pertanian.

Saat pembukaan kegiatan, Jumat (4/9), Ketua Kelompok Substansi Standarisasi dan Sertifikasi Pertanian Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan), Eka Herissuparman mengatakan, terdapat 204 skema sertifikasi secara nasional untuk bidang pertanian.  

"Metode yang digunakan oleh asesor untuk menguji para asesi dengan unjuk portofolio, ujian tertulis, dan unjuk kerja," katanya.

Standarisasi Kompetensi

Ahmad Dedy Syathori, mengingatkan tentang tujuan pelaksanaan sertifikasi, bahwa harus ada standarisasi kompetensi bagi semua widyaiswara. 

“Diharapkan widyaiswara dapat memberikan pemahaman lebih baik kepada peserta pelatihan dan tidak ada kesenjangan yang lebar,” ujarnya.

Saat penutupan sertifikasi, tim asesor menyatakan bahwa 16 orang asesi dinyatakan kompeten. 

Salah seorang Asesi yang merupakan widyaiswara BBPP Lembang, Toni Nugraha, menceritakan pengalamannya sebagai widyaiswara banyak mendampingi dan mempersiapkan penyuluh menghadapi uji kompetensi sehingga saat ini merasakan langsung prosesnya. 

“Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus refleksi dan penyegaran kompetensi,” katanya.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menjalankan peran sebagai asesor secara professional, obyektif, dan berintegritas.

Sementara itu peserta sertifikasi pengolah susu kedelai, Widiasari, juga mengatakan hal serupa. 

“Alhamdulilah setelah mengikuti sertifikasi pembuatan susu kedelai, lebih memahami proses produksi sesuai SOP dan standar mutu kedelai dan kami senang semua dinyatakan kompeten," katanya. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup