22 Agustus 2026
Pertanian

Gen Z Sumbar Belajar & Praktik Teknologi Pertanian di UPT Pelatihan Kementan

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan melalui kegiatan PKL di BBPP Lembang, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui praktik secara langsung di Inkubator Agribisnis, yang mencakup proses penanaman, pemeliharaan dan pengamatan pertumbuhan tanaman.

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Sebanyak 11 mahasiswa Prodi Agroteknologi pada Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang di Provinsi Sumatera Barat (Faperta Unand) melaksanakan ´Seminar Hasil´ dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selama 45 hari, 6 Juli - 21 Agustus 2026.

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan kegiatan ´Seminar Hasil´ menjadi kewajiban bagi semua siswa dan mahasiswa yang melaksanakan PKL pada BBPP Lembang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kegiatan Seminar Hasil PKL dihadiri oleh Widyaiswara BBPP Lembang sebagai pembimbing dan pembahas serta siswa dan mahasiswa yang juga sedang praktik kerja.

Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya pengalaman lapangan bagi generasi muda dalam mempersiapkan sumber daya manusia pertanian. 

“Sekolah setinggi langit, kalau tidak berproses di alam bebas, jangan mimpi mampu mengambil dan menindaklanjuti kebijakan,” katanya.

Pendidikan perlu diiringi dengan proses dan pengalaman nyata di lapangan, kata Mentan Amran, agar generasi muda memiliki kemampuan untuk memahami serta menghadapi berbagai tantangan pembangunan pertanian.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, pentingnya pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman praktik di lapangan. 

"Pengalaman tersebut menjadi bagian penting membangun kompetensi generasi muda pertanian agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan sektor pertanian," katanya.

BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan melalui kegiatan PKL di BBPP Lembang, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan melalui praktik secara langsung di Inkubator Agribisnis. 

"Kegiatan agribisnis mencakup proses penanaman, pemeliharaan, dan pengamatan pertumbuhan tanaman," katanya.

Satu persatu mahasiswa menyampaikan laporan hasil praktik, pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh selama hampir dua  bulan mengikuti PKL di BBPP Lembang. 

Mereka terbagi pada beberapa zona yakni zona rumah kompos, agensia hayati, zona budidaya sayuran dan buah dengan hidroponik sistem irigasi tetes, DFT, dan NFT serta sayuran lapang. Setelah itu dilanjutkan diskusi dan tanya jawab dengan pembahas dan peserta seminar.

Ahmad Dedy Syathori menambahkan, pelaksanaan Seminar Hasil PKL menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama menjalani praktik di BBPP Lembang. 

"Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kondisi praktik di lapangan," katanya.

Testimoni Mahasiswa
Perwakilan mahasiswi, Absyah Rhamadina, dengan lugas mengatakan, melalui kegiatan PKL, mereka mendapatkan banyak pelajaran karena teknologi pertanian terkini ada dan diterapkan di sini. 

“Di BBPP Lembang, kami bisa menjalin relasi dari berbagai penjuru tanah air,” katanya.

Testimoni Absyah Rhamadina diamini oleh Viola Ismail. “Sangat seru dan menyenangkan!!” 

Ahmad Dedy Syathori mengakui, kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan semakin berkembang melalui kegiatan pendidikan, praktik kerja dan pengembangan inovasi pertanian.

"Sinergi antara perguruan tinggi dan Kementan melalui BBPP Lembang menjadi bagian penting menyiapkan SDM pertanian yang memiliki kompetensi, pengalaman lapangan dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, guna mendukung terwujudnya pertanian Indonesia yang maju, modern, dan berkelanjutan. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup