14 Juli 2026
Pertanian

Perkuat `Link and Match`, SMKPPN Kementan Terjunkan Siswa XII PKL ke DUDI

post-img
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P. mengatakan sebanyak 59 siswa kelas XII mengikuti Program PKL, terdiri atas 30 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 20 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), dan sembilan siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).

BANJARBARU (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui pendidikan vokasi, selaras kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) di antaranya melalui pendidikan vokasi pada Sekolah Menengah Kejuruan - Pembangunan Pertanian Negeri (SMKPPN) Banjarbaru di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, upaya tersebut diwujudkan oleh Kementan pada pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi 59 siswa SMKPPN Banjarbaru Tahun Ajaran 2026/2027.

Upaya SMKPPN Banjarbaru sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa generasi muda memegang peran strategis dalam pembangunan pertanian nasional. 

"Peningkatan kualitas SDM menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian modern dan mempercepat swasembada pangan," katanya.

Mentan Amran mengatakan, masa depan pertanian di tangan generasi muda. Mereka akan menentukan arah pembangunan pertanian. Generasi muda harus terus memperkaya diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pertanian.

Sejalan dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan, pendidikan vokasi harus terus memperkuat link and match dengan dunia industri agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar kerja.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa PKL menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, dan berjiwa wirausaha.

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan vokasi lingkup Kementan, SMK-PP Negeri Banjarbaru secara bertahap memberangkatkan 59 peserta PKL pada 2 hingga 10 Juli 2026.

"Sebanyak 59 siswa kelas XII mengikuti Program PKL, terdiri atas 30 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), 20 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), dan sembilan siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP)," katanya.

Angga Tri A.P. menambahkan, siswa ditempatkan pada berbagai mitra DUDI sesuai kompetensi keahlian antara lain Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI), hotel, kafe, PT Japfa Comfeed, perusahaan perkebunan kelapa sawit PT GMK dan PT SAP, sentra usaha hortikultura dan hidroponik di Kota Banjarbaru, Pelaihari, Mantewe, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Dia berharap seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi teknis maupun karakter profesional.

"PKL merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik di dunia kerja sesuai kurikulum dan kebutuhan industri," ungkap Angga Tri A.P.

Diharapkan para siswa mampu menunjukkan disiplin, tanggung jawab, serta etos kerja yang baik selama menjalani praktik.

Soft Skills

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita, menambahkan bahwa PKL tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis (hard skills), juga mengembangkan soft skills seperti komunikasi, kerja sama, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, hingga kemampuan menganalisis peluang usaha secara mandiri.

"Melalui pelaksanaan PKL, SMK-PP Negeri Banjarbaru menegaskan komitmennya mencetak lulusan vokasi pertanian yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap memasuki dunia kerja maupun menjadi wirausahawan muda di sektor pertanian," katanya.

Sinergi yang terus diperkuat, ungkap Airin Nurmarita, antara satuan pendidikan vokasi dan dunia usaha diharapkan mampu menghasilkan SDM pertanian profesional dan berdaya saing untuk mendukung pembangunan pertanian Indonesia yang maju, mandiri, dan modern. 

"PKL merupakan wahana strategis untuk menyelaraskan kompetensi peserta didik dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri, sekaligus membangun karakter profesional serta jiwa kewirausahaan," katanya. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup