BARITO TIMUR (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barito Timur di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan ´Gerakan Tanam Bersama´ di lahan hasil Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) pada Jumat (10/7).
Kegiatan Gertam Bersama di Barito Timur dihadiri Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti didampingi Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana selaku PJ Brigade Pangan Kalteng; Bupati Barito Timur Muhammad Yamin dan Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana, para petani dan penyuluh pertanian.
Angga Tri A.P. mengatakan kegiatan Gerakan Tanam (Gertam) Bersama di Barito Timur dipusatkan di Desa Tumpung Ulung, Kecamatan Pematang Karau, merupakan langkah nyata untuk mempercepat peningkatan produksi padi sekaligus memperkuat Swasembada Pangan nasional.
Gerakan tanam dilakukan sebagai upaya mempercepat pemanfaatan lahan yang telah dikembangkan melalui program Oplah dan CSR agar segera memasuki masa produksi.
Selain meningkatkan luas tanam, kegiatan Gertam juga diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman sehingga produktivitas lahan terus meningkat dan mampu mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam menjadi strategi utama dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global.
"Percepatan tanam harus terus dilakukan agar produksi pangan tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Seluruh lahan yang telah dikembangkan melalui program pemerintah harus segera dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produksi nasional," katanya.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti mengatakan Gertam Bersama di Barito Timur sebagai wujud sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan pertanian di Kalimantan Tengah.
Dalam arahannya, Kabadan menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia dan penerapan teknologi pertanian.
"Kunci keberhasilan pertanian masa depan berada pada SDM yang kompeten dan mampu memanfaatkan teknologi modern," katanya.
Kabadan Santi menambahkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi vokasi, balai pelatihan, dan petani, kita optimistis Barito Timur dapat menjadi salah satu sentra produksi pangan yang mampu menopang ketahanan pangan nasional," ujar Arsanti.
Barito Timur
Sementara itu, Bupati Barito Timur Muhammad Yamin menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pertanian dalam pengembangan sektor pertanian di daerahnya.
Menurutnya, Kabupaten Barito Timur memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar untuk dikembangkan, termasuk melalui program CSR yang saat ini difokuskan di Desa Tumpung Ulung, Kecamatan Pematang Karau, serta sejumlah wilayah lain seperti Kecamatan Paju Epat, Dusun Timur, dan Benua Lima.
"Kami berkomitmen mengoptimalkan seluruh potensi lahan pertanian yang ada agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional," kata Muhammad Yamin.
Pada kegiatan tersebut dilakukan penanaman padi varietas Inpari 32, yang dikenal memiliki produktivitas tinggi dan adaptif terhadap berbagai kondisi lahan. Penanaman ini diharapkan menjadi awal percepatan produksi pada lahan hasil optimalisasi sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.
Sedangkan gerakan tanam di seluruh Kabupaten Barito Timur ini seluas 365,3 Ha (Reguler: 128 Ha, Oplah 2024: 208,3 Ha, Oplah 2025: 29 Ha).
Melalui Gerakan Tanam Bersama ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemanfaatan lahan pertanian, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta mengoptimalkan peran SDM pertanian dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]