YOGYAKARTA (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI khususnya Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Perguruan Tinggi Kedinasan Indonesia (PIPTK) 2026 yang berlangsung pada 6 - 7 Juni 2026.
Direktur Polbangtan YoMa, R. Hermawan mengatakan, kegiatan tahunan PIPTK menjadi wadah kolaborasi dan pengembangan kapasitas mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi kedinasan di seluruh Indonesia.
Kegiatan PIPTK 2026 berlangsung di Kampus Kusumanegara, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, diikuti 45 finalis, yang berkompetisi pada sejumlah cabang lomba yakni Esai, Story Telling, Pidato, Business Plan, dan Cerdas Cermat Kebangsaan.
Kompetisi sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa bonus demografi yang dimiliki Indonesia merupakan peluang strategis untuk mempercepat pembangunan nasional.
"Dengan dukungan inovasi dan digitalisasi, generasi muda diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya sektor pertanian yang maju, modern, dan berdaya saing," katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti berharap penyelenggaraan PIPTK dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.
“Generasi muda diproyeksikan sebagai lokomotif pembangunan bangsa, termasuk dalam mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.
Polbangtan YoMa
Direktur Polbangtan YoMa, R. Hermawan mengatakan sebanyak 19 perguruan tinggi kedinasan turut berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Dari jumlah tersebut, sembilan perguruan tinggi melaju ke babak final yakni Politeknik Keuangan Negara STAN, Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Politeknik Ilmu Kemasyarakatan, Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Politeknik Ketenagakerjaan, Sekolah Tinggi Ilmu Statistika, Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), serta Polbangtan Yoma.
"Pada cabang Cerdas Cermat Kebangsaan, tim Polbangtan Yoma berhasil meraih Juara I," katanya.
Hermawan menambahkan, prestasi tersebut diraih oleh Abdul Kohar, Nur Faiza Natasya dan Deni Irpandi Saputra yang tampil unggul di hadapan peserta dari berbagai perguruan tinggi kedinasan.
"Selain kompetisi, PIPTK 2026 juga dihadiri oleh 25 delegasi perguruan tinggi kedinasan yang mengikuti berbagai agenda yang mengedepankan semangat kolaborasi, pertukaran gagasan, dan penguatan jejaring antarmahasiswa," katanya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi turut menegaskan tentang pentingnya peran mahasiswa kedinasan sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing.
“Mahasiswa kedinasan diharapkan terus menghadirkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat serta mendukung pembangunan Indonesia yang lebih maju,” katanya.
Sinergi dan Kolaborasi
Hermawan mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan ajang PIPTK sebagai sarana memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan bangsa, termasuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Kompetisi yang digelar tidak semata-mata menjadi ajang meraih prestasi, juga kesempatan untuk membangun jejaring, bertukar ide, dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya.
Hermawan mengingatkan agar memanfaatkan PIPTK sebagai sarana kolaborasi untuk membangun tujuan bersama dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa.
Semangat tersebut sejalan dengan tema PIPTK 2026 yakni ´Aktualisasi Peran Generasi Muda melalui Inovasi dan Karya demi Kemajuan Bangsa´. [novita/timhumas polbangtanyoma]