BANJARBARU (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus bergerak cepat mencetak generasi muda pertanian yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP), Kementan semakin masif mendorong lahirnya petani milenial unggul demi mendukung program cetak 2,5 juta petani milenial di Indonesia.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan 124 siswa/i mengunjungi Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan (Kalsel), UPT dari Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengenali ´rahasia´ pemantauan iklim dan cuaca, untuk memunjang keberhasilan pertanian modern.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan nasional membutuhkan dukungan SDM pertanian unggul dan inovatif dari generasi produktif.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pendidikan vokasi membentuk tenaga pertanian profesional yang mampu bersaing di era modern.
“SMK-PP memiliki peran strategis membangun generasi muda yang kompeten di bidang pertanian. Evaluasi pembelajaran menjadi bagian penting agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sekaligus mampu menjadi wirausahawan muda pertanian,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut penguatan SDM menjadi kunci utama pembangunan sektor pertanian nasional.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan sebagai sekolah vokasi pertanian di bawah naungan BPPSDMP Kementan, SMK-PP Negeri Banjarbaru terus memperkuat kompetensi siswa melalui pembelajaran berbasis praktik lapangan dan teknologi terkini.
"Lembaga pendidikan vokasi harus mampu melahirkan generasi yang inovatif, adaptif dan siap terjun langsung ke dunia kerja," katanya.
Kali ini, Angga Tri A.P., sebanyak 124 siswa kelas 10 dan 11 dari jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) dan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) melakukan kunjungan edukatif ke Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel selama dua hari, 5 dan 6 Mei 2026.
"Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak mengenal langsung teknologi pemantauan iklim dan cuaca yang menjadi faktor penting bagi keberhasilan pertanian modern," katanya lagi.
Mereka melihat berbagai alat canggih milik BMKG, ungkap Angga Tri A.P., mulai dari alat pengukur curah hujan, suhu udara, kelembapan hingga sistem pemantauan cuaca berbasis digital.
Data Iklim
Wakil Kepala Sekolah Bidang Manajemen Mutu SMK-PP Negeri Banjarbaru, Fofa Arofi mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk memahami hubungan erat antara iklim dan produktivitas pertanian.
“Harapannya para siswa dapat melihat langsung fungsi dan mekanisme peralatan yang ada di taman alat BMKG sehingga menambah wawasan dan keterampilan mereka di bidang pertanian modern,” katanya yang memimpin kunjungan ke BMKG Kalsel mewakili Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P.
Fofa Arofi berharap para siswa memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai ruang lingkup kerja BMKG Kalsel serta pentingnya data iklim mendukung sektor pertanian.
Apresiasi BMKG
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Kalsel, Enu Bahtiar, menyambut hangat kunjungan rombongan SMK-PP Negeri Banjarbaru.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme siswa-siswi SMK-PP Negeri Banjarbaru untuk belajar langsung mengenai fasilitas dan lingkup kerja BMKG Kalimantan Selatan,” ungkapnya.
Enu Bahtiar mengajak seluruh siswa untuk aktif bertanya dan menggali pengetahuan terkait fungsi alat klimatologi yang digunakan dalam pengamatan cuaca dan iklim.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Kementan Pertanian terus menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
"Tidak hanya belajar di ruang kelas, siswa juga dibekali pengalaman lapangan agar siap menjadi generasi pertanian modern yang melek teknologi dan tangguh menghadapi perubahan iklim global," ungkap Enu Bahtiar [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]