18 April 2026
Pertanian

Lulusan Unggul dan Adaptif, SMK PP Kementan Terapkan Ujian Berbasis Digital

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Kementan berupaya dapat terus meningkatkan kualitas lulusan, tidak hanya kompeten di bidang pertanian, juga mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia.

BANYUASIN (Kepopedia) - SMK PPN Sembawa menyelenggarakan Asesmen Akhir Jenjang (AAJ) bagi siswa kelas XII tahun ajaran 2025/2026 dengan sistem berbasis digital. Ujian yang berlangsung pada 13 - 17 April 2026 menggunakan aplikasi Computer Based Test (CBT).

Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso mengatakan penerapan CBT dilakukan untuk memastikan proses evaluasi berjalan lebih transparan, akuntabel, dan efisien, sekaligus mendorong kesiapan siswa menghadapi era digital di sektor pertanian.

CBT mampu meminimalisir kesalahan manual dan mempercepat pengolahan hasil ujian secara akurat.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa inovasi teknologi menjadi kunci kemajuan pertanian di masa depan.

“Pendidikan vokasi harus menjadi pilar dalam mencetak SDM unggul. Ujian berbasis digital membiasakan generasi muda beradaptasi dengan teknologi sejak dini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif.

“Penggunaan CBT menjadi standar baru untuk menjamin integritas lulusan yang siap terjun ke dunia usaha dan dunia industri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa digitalisasi ujian merupakan bagian dari modernisasi pendidikan vokasi di lingkungan Kementerian Pertanian.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso, memastikan seluruh sarana dan prasarana telah disiapkan dengan baik, termasuk dukungan server dan jaringan internet yang stabil agar pelaksanaan ujian berjalan lancar.

Sebanyak 153 siswa mengikuti ujian ini dari empat kompetensi keahlian, yaitu Agribisnis Tanaman Perkebunan (63 siswa), Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (32 siswa), Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (30 siswa), serta Agribisnis Ternak Unggas (28 siswa).

Adapun mata pelajaran yang diujikan meliputi pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Pendidikan Kewarganegaraan, serta Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, ditambah mata pelajaran kejuruan sesuai kompetensi masing-masing.

Melalui pelaksanaan ujian berbasis digital ini, SMK PPN Sembawa berharap dapat terus meningkatkan kualitas lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang pertanian, juga mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup