26 Mei 2026
Pertanian

Uji Kompetensi, SMKPP Kementan Siapkan Lulusan Terjun ke Dunia Industri

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPP Negeri Sembawa, Budi Santoso [ke-3 kiri] bersama 153 peserta didik dari empat program studi [Prodi] yang mengikuti Sertifikasi Profesi Tenaga Terampil Teknis Pertanian oleh 15 Asesor LSP Kementan dalam dua sesi selama delapan hari, 1 - 7 Februari 2026.

BANYUASIN - Kementerian Pertanian RI (Kementan) terus melakukan upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) di antaranya melalui Program Sertifikasi Kompetensi yang dibuka di kampus dan lahan praktik SMK PP Negeri Sembawa pada Senin (2/2).

Kepala SMKPP Negeri Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi merupakan komitmen Kementan bagi regenerasi petani dan penyediaan tenaga kerja teknis profesional, mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ( SKKNI) pada peserta didik yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Program tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa pendidikan vokasi adalah kunci utama transformasi pertanian. Pasalnya, Indonesia membutuhkan anak muda yang tidak hanya punya ijazah, juga punya skill dan sertifikasi. 

"Sertifikasi Kompetensi adalah bukti bahwa mereka adalah tenaga profesional yang siap mengoperasikan teknologi pertanian modern dan membawa Indonesia menuju swasembada pangan," katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti menambahkan bahwa kualitas SDM adalah penggerak utama sektor pertanian.

"Sertifikasi Kompetensi memastikan setiap lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki standar kompetensi yang sama dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri atau DuDi) dan juga menjadi pencipta lapangan kerja di sektor agribisnis," katanya.

SMKPP Negeri Sembawa
Kepala SMKPP Negeri Sembawa, Budi Santoso mengatakan Sertifikasi Kompetensi memberikan keahlian sesuai SKKNI pada peserta didik yang dikeluarkan oleh BNSP melalui uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian. 

"SMK Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak tenaga kerja agribisnis yang kompeten dan siap pakai. Dengan menggelar Uji Sertifikasi Kompetensi bagi siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026," katanya.

Sertifikasi Profesi Tenaga Terampil Teknis Pertanian bagi peserta didik SMK PPN Sembawa dilaksanakan di TUK SMK PPN Sembawa. Asesmen diikuti 153 siswa dalam dua sesi kegiatan. 

Sesi pertama dilaksanakan selama empat hari, 1 - 4 Februari 2026 bagi Prodi ATP dan ATU. Sesi kedua juga empat hari, 4 - 7 Februari 2026 bagi Prodi ATPH dan APHP. Adapun kegiatan dilaksanakan di kampus dan lahan praktik SMK PP Negeri Sembawa.

Dalam pembukaan Uji Sertifikasi Kompetensi di Aula, Senin (2/2), Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso menegaskan bahwa asesmen terhadap pencapaian dari siswa, untuk mengukur kompetensi peserta didik yang telah melaksanakan proses belajar sesuai keahlian yang dilaksanakan selama pendidikan.

"Sebagai pengakuan dari kompetensi bahwa siswa SMK PPN Sembawa memiliki kompeten dalam hal apa yang diujikan kompetensi nanti. Kami ingin siswa kami lulus sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP sebagai jaminan kualitas bagi dunia industri bahwa siswa kami benar-benar terampil," katanya.

Sertifikasi Kompetensi
Perwakilan dari Asesor, Binsar Simatupang menyampaikan bahwa sertifikasi bukanlah sekedar kegiatan formal atau administratif belaka, melainkan proses pengakuan resmi atas skill atau kemampuan, keterampilan, dan sikap kerja yang ditempa melalui proses pendidikan.

"Lulusan vokasi pertanian harus memiliki kompetensi yang standar, terukur dan diakui. Begitu siswa telah selesai pendidikan, peserta didik sudah memiliki legal formal pengakuan yaitu ijazah dan surat sertifikasi kompetensi yang langsung dari BNSP," katanya.

Sertifikasi Kompetensi, ungkap Binsar, menjadi bekal kuat bagi para siswa untuk berkarier di dunia industri maupun berwirausaha secara mandiri.

Kepala TUK, Farulian Purba menjelaskan ada pun asesmen kali ini dilakukan oleh Asesor dari LSP Pertanian Kementan sebanyak 15 orang terdiri atas enam asesor untuk siswa prodi ATP, tiga asesor untuk siswa prodi ATU, tiga asesor untuk siswa Prodi ATPH dan tiga asesor untuk siswa Prodi APHP.

Dengan Tujuh Skema yang akan diujikan di antaranya Prodi ATP dengan skema Mandor Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit sebanyak 28 siswa dan Mandor Pemanenan Kelapa Sawit 35 siswa. 

Sementara Prodi ATPH dengan skema Pembudidayaan Tanaman Sayuran sebanyak 32 siswa, Prodi ATU dengan Skema Operator Kesehatan Unggas/ Vaksinator 20 siswa, Operator Kandang Unggas Pedaging delapan siswa dan Prodi APHP dengan Skema Pembuatan Susu Kedelai sebanyak 20 siswa dan Pembuatan Tempe 10 siswa. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup