21 Juli 2026
Pertanian

SMKPP Negeri Kementan Kawal Gertam Serempak berbasis Teknologi di Ogan Ilir Sumsel

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Kementan inisiasi Gertam Serempak pada lahan CSR seluas 4 hektar milik Brigade Pangan Sepakat Maju di Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel yang dihadiri Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso bersama Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty bersama petani, penyuluh, Brigade Pangan dan perwakilan pimpinan sejumlah pihak terkait.

OGAN ILIR (Kepopedia) - Dalam upaya nyata mempercepat pencapaian kedaulatan pangan nasional, SMK PPN Sembawa turut ambil bagian mengawal ´Gerakan Tanam (Gertam) Serempak´ di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang dipusatkan pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 4 hektar milik Brigade Pangan Sepakat Maju di Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada Sabtu (18/7).

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Gertam Serempak di Ogan Ilir tersebut, sebagai awal pengelolaan hamparan seluas 183 hektare dengan penerapan teknologi pertanian modern di Desa Talang Pangeran Ulu, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Ilir, Sumsel.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman senantiasa menegaskan bahwa seluruh jajaran Kementan beserta stakeholders terkait harus turun ke lapangan guna memastikan perluasan areal tanam berjalan maksimal.

"Kita harus bergerak cepat dan serentak memanfaatkan ketersediaan air dan lahan yang ada. Pangan adalah urusan hidup matinya suatu bangsa, dan teknologi serta mekanisasi adalah kunci utama untuk melipatgandakan produksi pertanian kita di tengah tantangan iklim global," tegas Amran

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan tentang pentingnya peran SDM pertanian, termasuk generasi muda dan penyuluh mengadopsi teknologi modern demi keberlanjutan pangan.

"Pendampingan di lapangan oleh seluruh unsur SDM pertanian baik dari unit pelaksana teknis, penyuluh, maupun institusi pendidikan vokasi sangat krusial," katanya.

SMKPPN Sembawa

Dalam sambutannya, Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso menegaskan pentingnya penerapan teknologi PM AAS, penguatan pendampingan penyuluh serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan efesiensi usaha tani, produktivitas padi dan kesejahteraan petani.

"Kita tidak hanya menanam secara manual, melainkan mengedukasi petani untuk beralih ke modernisasi agar proses bertani menjadi lebih efektif, efisien dan produktivitas tinggi," katanya.

Gertam Serempak, kata Budi Santoso, merupakan bagian dari komitmen Kementan menggenjot produksi padi nasional melalui pelibatan berbagai elemen strategis, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI, penyuluh hingga lembaga pendidikan vokasi pertanian.

Modernisasi Pertanian

Sebagai bentuk nyata penerapan modernisasi pertanian, prosesi penanaman padi di lahan 4 hektar tersebut ditutup simbolis, menggunakan mesin drum seeder (alat tanam benih langsung disingkat Tabela.

"Penggunaan teknologi drum seeder terbukti mampu menghemat waktu, menekan biaya tenaga kerja dan menghasilkan kerapatan tanam yang lebih presisi daripads metode konvensional," kata Budi Santoso.

Melalui pengawalan ketat dan sinergi lintas sektor, ungkapnya lagi, SMK PPN Sembawa membuktikan perannya bukan sekadar sebagai institusi pendidikan, melainkan sebagai motor penggerak transformasi pertanian modern demi terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di Sumatera Selatan. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup