26 Mei 2026
Pertanian

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SMKPPN Kementan gelar Tes Kemampuan Akademik

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan melalui Tes Kemampuan Akademik [TKA], maka Kementan dapat melakukan pemetaan kemampuan siswa secara menyeluruh, untuk menentukan strategi pembelajaran yang lebih efektif bagi pengembangan SDM pertanian unggul dan berkompeten.

Banyuasin, Sumsel (B2B) - Pendidikan di Indonesia mengedepankan pembelajaran berkualitas dan mengukur kemampuan siswa. Guna menunjang hal tersebut, Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian (SMK-PP) Sembawa di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk peningkatan mutu pendidikan dan pemetaan potensi akademik peserta didik.

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan, kegiatan TKA berlangsung di Laboratorium Multimedia yang diikuti oleh seluruh siswa/i kelas XII selama dua hari, 5 dan 6 November 2025. 

Kegiatan TKA oleh SMKPPN Sembawa sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian sejak dini.

"Sektor pertanian membutuhkan generasi muda yang terampil di lapangan, juga cerdas secara akademik dan adaptif terhadap teknologi. SMK PP menjadi wadah penting mencetak SDM Pertanian yang kompeten dan mandiri," katanya.

Hal senada dikemukakan, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa kegiatan seperti TKA, merupakan bagian dari sistem pembelajaran berbasis kompetensi yang diterapkan pada seluruh unit pendidikan vokasi pertanian.

"Melalui tes kemampuan akademik, sekolah dapat melakukan pemetaan kemampuan siswa secara menyeluruh untuk menentukan strategi pembelajaran yang lebih efektif," katanya.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan, kegiatan TKA bertujuan mengukur kemampuan dasar pada mata pelajaran tertentu, sebagai bentuk penguatan capaian akademik siswa yang objektif dan terstandar.

"Pelaksanaan tes berlangsung tertib dan terintegrasi, dengan pengawasan langsung dari tim guru, pengawas dari sekolah lain, serta panitia yang telah di bentuk oleh pihak sekolah," katanya.

Budi Santoso menambahkan, sistem penilaian TKA berbasis komputer untuk menjamin objektivitas hasil. Pelaksanaan TKA menjadi langkah strategis dalam melihat kemampuan akademik siswa.

Target utama, ungkapnya lagi, menyiapkan peserta didik untuk mampu bersaing di dunia kerja dan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"TKA bukan sekadar evaluasi kemampuan akademik, juga bagian dari pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab. Kami ingin memastikan seluruh siswa memiliki kompetensi dasar yang kuat sebagai calon SDM pertanian unggulan," tambah Budi Santoso.

Menurutnya, harapan Kementan dari kegiatan TKA, mampu mencetak lulusan cerdas, berkarakter dan siap berkontribusi bagi pembangunan pertanian Indonesia. [wulan/titin/timhumas smkppnswmbawa]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup