26 Mei 2026
Pertanian

Kurikulum Merdeka, SMK-PP Negeri Kementan Perkuat Karakter Siswa dengan P5

post-img
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni [belakang, ke-3 kiri] usai membuka kegiatan Penilaian Praktik P5 pada Rabu (18/6) dan Jumat (20/6) terbagi dalam dua tema, yang diikuti 147 siswa, terdiri atas 83 siswa kelas XI, dan 64 siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2024/2025.

BANJARBARU - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang pendidikan vokasi, turut menggelar Kurikulum Merdeka, di antaranya pada Sekolah Menengah Kejuruan - Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru. 

Salah satu kegiatan dalam Kurikulum Merdeka yaitu P5 merupakan singkatan dari ´Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila´ berupa kegiatan pembelajaran, yang bertujuan untuk mengembangkan karakter pelajar agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 

Kegiatan Pagelaran P5 sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menyatakan keyakinannya pada pendidikan vokasi akan menjadikan para petani milenial yang lebih berkualitas.

"Hadirnya Kurikulum Merdeka dalam pendidikan vokasi, akan menjadikan petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimana pun, masa depan pertanian ada di generasi milenial," katanya.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern perlu dilakukan penyiapan dan pencetakan SDM pertanian unggulan.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Yudi Astoni mengatakan, pihaknya menggelar kegiatan Penilaian Praktik P5 pada Rabu (18/6) dan Jumat (20/6) terbagi dalam dua tema, yang diikuti 147 siswa, terdiri atas 83 siswa kelas XI, dan 64 siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2024/2025.

Praktik P5 diawali tema ´Bangunlah Jiwa dan Raganya´ yang digelar Rabu, (18/6) di halaman upacara kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru, praktik kali ini terkait raga, dengan menampilkan gerakan-gerakan dalam senam. 

"Mereka telah dibagi menjadi kelompok-kelompok yang diwajibkan membuat gerakan senam dari pemanasan, utama, dan cooling down. Selain itu, diawajibkan membuat dan mengumpulkan video terkait senam tersebut," katanya.

Projek P5 kemudian dilanjutkan dengan tema kedua yakni ´Panen Karya P5 Tema Suara Demokrasi: Anti Korupsi´ pada Jumat, (20/6) di aula kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru. 

"Pada kegiatan tersebut, siswa Kelas XI menampilkan hasil olah video yang telah dibuat masing-masing kelompok terkait anti korupsi, dan untuk Kelas X menampilkan pertunjukan pembacaan puisi terkait anti korupsi," ungkap Yudi Astoni.

Yudi Astoni menegaskan bahwa, “P5 merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka dan menjadi salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk mewujudkan nilai Pancasila dalam pendidikan."

Perlu diketahui, terdapat tiga dimensi pada P5 tema pertama adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, kedua adalah bernalar kritis, dan ketiga adalah ber-Kebhinekaan Global. [Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup