PALEMBANG - Profesionalisme tenaga pendidik baik dosen maupun guru, menjadi salah satu tuntutan Kementerian Pertanian RI untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM pertanian dari unsur pendidikan.
Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo tiada henti mengingatkan tentang pentingnya tenaga pendidik, untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri.
“SDM pertanian yang andal berkualitas, profesional, dan berdaya saing menjadi faktor penting pembangunan pertanian di Indonesia,” katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi menegaskan bahwa dosen dan guru merupakan pendidik profesional.
Tugas utama tersebut, katanya, mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
“Boleh dikatakan, dosen dan guru merupakan ujung tombak suatu instansi pendidikan baik perguruan tinggi maupun pendidikan vokasi,” kata Dedi Nursyamsi.
SMK PP Negeri Sembawa, sebagai salah satu unit pelaksana teknis [UPT] Pendidikan dari Kementan turut mendukung hal itu dengan menggelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah [Bunga Rampai]. Kegiatan workshop diikuti oleh 42 peserta yang terdiri atas dosen dan guru dari UPT Pendidikan Kementan.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan [Pusdiktan] Idha Widi Arsanti mengatakan, penulisan karya ilmiah adalah hal yang penting bagi para dosen dan guru, sebagai salah satu syarat pemenuhan daftar usulan penetapan angka kredit (Dupak).
“Melalui workshop ini, tenaga pendidik harus semakin terpacu membuat karya ilmiah dan mempublikasikannya," katanya.
Terlebih lagi saat ini, kata Idha WA, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian sudah berganti nomenklatur menjadi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian.
"Jadi, saat ini hanya tenaga pendidiklah yang bisa melakukan inovasi karya ilmiah," kata Kapusdik Idha WA.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Kapusdik berharap tenaga pendidik akan lebih semangat dan produktif menulis karya ilmiah.
"Setidaknya kegiatan workshop menjadi ajang pencerahan bagi guru dan dosen melakukan penulisan karya ilmiah," katanya. [titin/timhumassmkppnsembawa]