19 Oktober 2026
Pertanian

Sambangi P4S Silalabak, UPT Pelatihan Kementan Dorong Petani Kopi Pangandaran Jabar `Naik Kelas`

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori [ke-4 kiri] bersama Ketua P4S Silalabak, Iis Sunisih [ke-4 kanan] didampingi Katimker Distan Pangandaran, Saeful Iman [ke-3 kiri] dan Widyaiswara BBPP Lembang, Fiadini Putri [ke-2 kanan] pada kunjungan ke P4S Silalabak yang dikukuhkan sebagai P4S level Pratama di Jabar, dengan komoditas utama kopi Robusta.

PANGANDARAN (Kepopedia) - Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengunjungi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Silalabak di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat (Jabar) Rabu (14/10) dalam upaya pembinaan.

Dalam kunjungan pembinaan tersebut, Kabalai Lembang didampingi Ketua Tim Kerja Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Saeful Iman beserta Widyaiswara BBPP Lembang, Fiadini Putri diterima oleh Iis Sunisih, Ketua P4S Silalabak.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat peran P4S sebagai pusat pelatihan sekaligus mendukung pengembangan kopi robusta sebagai komoditas unggulan.

Sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Pertanian RI (Kementan) memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. 

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa P4S menjadi ujung tombak mencetak petani muda berdaya saing.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menyebut pelatihan pertanian sebagai penggerak agar petani makin cerdas, mandiri dan mampu mewujudkan kedaulatan pangan.

BBPP Lembang

Kepala BBPP Lembang, Ahmad Dedy Syathori mengatakan, P4S Silalabak dirintis oleh Iis Sunisih, petani milenial yang mulai menanam kopi pada lahan seluas tiga hektar pada 2018.

"Kami berharap P4S Silalabak tidak hanya berkembang pada penjualan produk, juga tetap pada rohnya, yaitu pelatihan dan pemberdayaan SDM pertanian," katanya.

Melalui pembinaan ini, ungkap Ahmad Dedy Syathori, Kementan berharap P4S Silalabak menjadi contoh lembaga pelatihan swadaya yang tangguh, adaptif dan mampu melahirkan petani-petani mandiri di Kabupaten Pangandaran.

Iis Sunisih menceritakan, bahwa panen perdana pada 2019 justru menjadi masa sulit. Sejumlah kafe dan kedai kopi membatalkan pesanan akibat pandemi Covid-19, sehingga hasil panen tidak terjual. 

Dia memaknai nama ´Silalabak´ sebagai simbol kebangkitan dari situasi terpuruk. Secara bertahap, kopi hasil panen terserap pasar, mengingat robusta memiliki potensi besar di Jawa Barat. 

P4S Silalabak kemudian dikukuhkan pada 2024 sebagai P4S level Pratama berlokasi di Dusun Karangwangkal, RT 01/RW 03, Desa Sidamulih di Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jabar.

Kabalai Lembang, Ahmad Dedy Syathori menyatakan dukungannya agar P4S Silalabak terus maju dengan kopi sebagai komoditas unggulan. 

Dia menyarankan penguatan pemasaran melalui media sosial dan platform belanja daring untuk menjangkau pasar lebih luas hingga pasar global di mancanegara. [dary/afriski/chetty/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup