KAPUAS (Kepopedia) - Gerakan Tanam (Gertam) Padi menjadi salah satu strategi Kementerian Pertanian RI (Kementan) untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang telah dibangun melalui program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR).
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, selaku Penanggung Jawab (PJ) dan Pendamping Brigade Pangan Kalteng mengatakan, upaya peningkatan frekuensi tanam, lahan yang tersedia diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar pada peningkatan produksi pangan nasional.
Selain memperluas areal tanam, kegiatan diarahkan untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) sehingga lahan dapat dimanfaatkan lebih intensif dan produktivitas pertanian terus meningkat dari waktu ke waktu.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, percepatan tanam merupakan langkah penting menjaga stabilitas produksi pangan nasional, sekaligus memperkuat fondasi swasembada pangan berkelanjutan.
"Setiap lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah harus segera dimanfaatkan secara optimal agar mampu menghasilkan produksi yang berdampak langsung terhadap ketersediaan pangan nasional," katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti berharap penanaman melalui Program CSR tidak mengalami keterlambatan.
"Hambatan terkait tata air perlu segera diperbaiki agar lahan yang biasanya mulai tergenang pada bulan Januari 2027 tetap dapat diupayakan untuk ditanami," katanya.
Diperlukan sinergi dan kerja sama seluruh stakeholder untuk mengatasi berbagai kendala sehingga kegiatan penanaman dapat terlaksana secara optimal.
SMKPPN Banjarbaru
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A.P. selaku PJ dan Pendampin Brigade Pangan Kalteng mengatakan, pihaknya selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari BPPSDMP Kementan kembali melaksanakan kegiatan Tanam Bersama di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Kamis (8/10).
"Lokasi panen berada pada lahan CSR di Desa Bina Jaya, Kecamatan Dadahup CSR Blok A1, Kabupaten Kapuas, Kalteng," katanya.
Kementan mengundang Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Pemprov Kalteng, BRMP Kalteng, perwakilan BWS Kalimantan 2, Dinas Ketahanan Pangan Dan Perikanan Pemkab Kapuas, BPS, PT Pupuk Indonesia, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Danramil, Katimker, penyuluh, pendamping dan tamu lainnya.
Angga Tri menambahkan, luasan lahan yang dipanen mencapai 10 hektar, dengan hasil ubinan sebesar 3,6 ton, menggunakan Alsintan yakni Combine Harvester.
"Benih yang digunakan yaitu varietas benih unggul lokal Kalteng, Nyai Undang, yang sedang proses label oleh BPSB Kalteng," katanya.
Angga Tri berharap varietas benih unggul lokal tersebut dapat menjadi benih sumber untuk petani Kalteng, terutama kondisi cuaca ekstrem untuk pH maupun air.
"Kementan akan terus mendukung serta mendampingi Brigade Pangan agar lebih meningkatkan usahanya, lebih memberikan dampak bagi masyarakat disekitarnya. Demi mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan," katanya. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]