BANJARBARU (Kepopedia) - Pendidikan vokasi dimanfaatkan karena mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM hingga perekrutan lulusan vokasi.
Guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian RI (Kementan) berupaya memaksimalkan pendidikan vokasi, salah satunya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang Pendidikan lingkup Kementan.
Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru sebagai UPT bidang Pendidikan Vokasi dari Kementan terus mempersiapkan calon-calon penerus generasi muda bidang pertanian.
Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan, sekolah kali ini menggelar pelatihan untuk meningkatkan kompetensi bagi guru dan peserta didik kelas XI konsentrasi keahlian Agribisnis Fanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH). Pelatihan berupa kegiatan pembelajaran perbanyakan tanaman anggrek secara kultur jaringan.
Sektor pertanian menjadi salah satu penyangga perekonomian negara. Untuk itu, Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman kerap menyampaikan pentingnya membangun SDM pertanian yang sehat dan cerdas.
Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan, lulusan pendidikan vokasi Kementan dapat mencetak petani milenial yang berdaya saing tinggi dan berkompetensi.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin menyampaikan bahwa lembaga pendidikan vokasi harus terus menjadi pusat pengembangan kompetensi, inovasi, dan teknologi pertanian yang mampu menghasilkan lulusan yang siap bekerja, siap berwirausaha, dan siap menjadi pelaku utama pembangunan pertanian Indonesia.
SMKPPN Banjarbaru
Pembelajaran dilaksanakan selama dua hari, 22 - 23 September, di laboratorium Kultur Jaringan SMK-PP Negeri Banjarbaru di komplek Teaching Factory H. Idak, Banjarbaru.
Sebagaimana diketahui, Kementan menilai program tersebut sangat strategis dilakukan di lingkungan pendidikan. Pasalnya, di tangan generasi muda harapan majunya sektor pertanian dipertaruhkan.
Pada beberapa momen, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbau, Angga Tri A.P., berpesan agar siswa harus yakin dengan pilihannya, bersekolah di SMK-PP Negeri Banjarbaru dan kalian harus bangga.
"Fokus, bekerja terbaik, orieantasi hasil, menjadi pemenang, sehingga kalian bisa menjadi generasi penerus pertanian di Indonesia baik menjadi job seeker ataupun job creator," katanya.
Kultur Jaringan
Nita Aprillia, selaku Ketua Konsentrasi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura menyampaikan bahwa pelatihan diikuti 39 siswa, terdiri dari 20 siswa kelas ATPH A dan 19 siswa kelas ATPH B.
Kali ini sekolah mengundang guru tamu Jumaidi, seorang praktisi bidang kultur jaringan dari UPTD Balai Benih TPH Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
“Semoga pembelajaran ini dapat memberikan berbagi Imu, pengalaman, serta keterampilan praktis sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan laboratorium kultur jaringan tanaman anggrek di sekolah, khususnya bagi guru dan siswa kami," katanya.
Adapun pembelajaran yang di dapat di antaranya: pemilihan eksplan atau bahan tanam pisang, teknis sterilisasi diluar dan di dalam LAF, teknis inisiasi pisang, pembuatan media untuk inisiasi, pembuatan media untuk subkultur, dan subkultur penuntasan dan pengajaran, media dan teknik Aklimatisasi. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]