13 Agustus 2026
Pertanian

Penguatan SDM, Kementan Latih Petani Milenial Terapkan Teknik Tanam PM-AAS

post-img
BBPP BATANGKALUKU: Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda mengadopsi inovasi pertanian. Pemuda harus menjadi motor pembaruan yang membawa praktik pertanian lebih efektif dan efisien. Praktik menjadi penting agar dapat membuktikannya langsung di lapangan.

GOWA (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku memberikan penjelasan sekaligus praktik teknik penanaman metode Pertanian Modern - Advanced Agriculture System (PM-AAS) pada lahan praktik BBPP Batangkaluku di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan pada Senin (10/8). 

Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani mengatakan kegiatan praktik metode PM-AAS melibatkan anak magang, petani milenial dan pegawai milenial sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap inovasi dan teknologi pertanian.

Kegiatan yang digelar BBPP Batangkaluku selaras arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang konsisten mendorong peningkatan produktivitas melalui modernisasi teknologi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) pertanian.

"Generasi muda memegang peran strategis membangun pertanian nasional yang produktif dan berdaya saing. Anak muda harus masuk ke sektor pertanian," katanya.

Mentan Amran mengingatkan bahwa pertanian adalah masa depan. Kita ingin pertanian Indonesia menjadi modern, maju, serta menyejahterakan para petani.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa peningkatan kapasitas SDM muda merupakan kunci utama menghadapi tantangan sektor pangan yang terus berkembang.

“Penguatan SDM pertanian harus dilakukan berkelanjutan. Generasi muda perlu diberi ruang belajar dan inovasi agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, juga penggerak utama perubahan di sektor pertanian,” katanya.

BBPP Batangkaluku
Dalam aksi lapangan penerapan metode PM-AAS, Kepala BBPP Batangkaluku Jamaluddin Al Afgani turun langsung memandu setiap tahapan penanaman, mulai dari persiapan lahan hingga teknik penempatan bibit yang presisi agar produktivitas optimal. 

"Para peserta mendapat kesempatan praktik tiap tahapan secara langsung untuk membangun pemahaman teknis dan pengalaman praktis," katanya.

Metode PM-AAS, ungkap Jamaluddin Al Afgani, merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi Kementerian Pertanian RI (Kementan) yang mengintegrasikan mekanisasi modern, teknologi digital dan pertanian presisi dengan target produktivitas minimal 10 ton per hektare.

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Gowa Nasmi Ida Hamid bersama para penyuluh lapangan. 

"Kehadiran para penyuluh memastikan proses budidaya berjalan sesuai standar teknis, sekaligus membuka ruang diskusi interaktif mengenai berbagai kendala di lapangan," kata Jamaluddin Al Afgani.

Adopsi Inovasi
Jamaluddin Al Afgani menegaskan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam adopsi inovasi pertanian. Pemuda harus menjadi motor pembaruan yang membawa praktik pertanian ke arah yang lebih efektif dan efisien.

“Praktik seperti ini penting agar kita tidak hanya berbicara mengenai teknologi di dalam ruangan, tetapi langsung membuktikannya di lapangan," katanya.

Kementan berupaya mendorong petani milenial memahami bahwa pertanian modern membutuhkan keterampilan, inovasi, dan keberanian mencoba teknologi baru.

Melalui praktik penanaman PM-AAS ini, BBPP Batangkaluku berkomitmen memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis praktik. 

"Sinergi antara pemuda, penyuluh, dan pengelola pelatihan diharapkan dapat mempercepat transfer pengetahuan serta adopsi inovasi di tingkat petani demi mewujudkan pertanian Indonesia yang maju dan berkelanjutan," ungkap Jamaluddin Al Afgani. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup