11 Agustus 2026
Pertanian

Perkuat Literasi Penyuluh & Petani, Kementan Optimalkan Program PM-AAS dan KUR

post-img
BB PUSTAKA: Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho D. P. mengingatkan petani dan penyuluh Kabupaten Bogor, Jabar dapat memanfaatkan perpustakaan pertanian sebagai sumber informasi untuk memperoleh pengetahuan dan teknologi terbaru pertanian; Ketua Kelompok Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluh - Pusluhtan, Septalina P menerima cenderamata dari penyuluh Wilayah IV Leuwiliang.

BOGOR (Kepopedia) - Upaya memperkuat Swasembada Pangan nasional tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, juga pada kemampuan petani dan penyuluh mengakses serta memanfaatkan informasi teknologi dan pembiayaan pertanian. 

Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro mengatakan, guna menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) memperkuat literasi pertanian bagi petani dan penyuluh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Wilayah IV Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Minggu (09/08).

Kegiatan literasi berlangsung atraktif dan interaktif. Para petani dan penyuluh mendapatkan informasi mengenai perkembangan teknologi pertanian, khususnya teknologi Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS). 

Teknologi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas dan hasil panen serta memberikan keuntungan yang lebih baik bagi petani.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan Swasembada Pangan berkelanjutan semakin kokoh dengan penerapan teknologi PM-AAS. Model yang dikembangkan, diyakini mampu meningkatkan produktivitas padi hingga hampir tiga kali lipat.

"Kalau ini diterapkan dengan benar, biaya pupuk dan air bisa jauh lebih efisien. Input turun, tetapi hasil panen meningkat. Di situlah keuntungan petani akan naik," katanya.

Peningkatan produktivitas melalui literasi pertanian menjadi kunci menjaga swasembada beras secara berkelanjutan sekaligus mewujudkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya peningkatan literasi digital bagi SDM pertanian, khususnya para penyuluh.

"SDM pertanian harus adaptif. Sinergi antara penyuluh dan teknologi unggulan akan menciptakan ekosistem pertanian yang lebih terukur," ujar Kabadan Santi.

BB Pustaka

Kegiatan Kementan bersama petani dan penyuluh di (BPP) Wilayah IV Leuwiliang dihadiri Kepala BB Pustaka BPPSDM Kementan, Eko Nugroho D. P. bersama Ketua Kelompok Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluh - Pusluhtan, Septalina Pradini dan Penyuluh Pusat Kementan, Hasan Latuconsina.

Eko Nugroho mengatakan bahwa petani dan penyuluh dapat memanfaatkan perpustakaan pertanian sebagai sumber informasi untuk memperoleh pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang pertanian.

“Petani dan penyuluh dapat memperoleh berbagai informasi teknologi pertanian dengan mengunjungi perpustakaan pertanian secara langsung maupun memanfaatkan layanan perpustakaan secara online," katanya.

Eko Nugroho mengingatkan, Kementan memiliki banyak koleksi buku dan sumber informasi pertanian, termasuk informasi terbaru mengenai teknologi PM-AAS.

"Pemanfaatan teknologi dan informasi pertanian menjadi salah satu faktor penting mendukung peningkatan produktivitas petani," katanya.

Dengan mendapatkan informasi yang tepat, ungkap Eko Nugroho, petani diharapkan dapat menerapkan teknologi yang sesuai untuk meningkatkan hasil usaha taninya.

Edukasi KUR

Selain literasi teknologi PM-AAS, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani. Materi mengenai akses pembiayaan tersebut disampaikan oleh narasumber dari Bank Mandiri, BRI dan BJB.

Melalui literasi KUR, petani mendapatkan pemahaman mengenai berbagai pilihan pembiayaan, yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha pertanian, mulai dari kebutuhan modal hingga pengembangan usaha.

Kegiatan diikuti oleh penyuluh dan petani di wilayah BPP Wilayah IV Leuwiliang. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama penyampaian materi dan diskusi.

Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai teknologi PM-AAS, tetapi juga memahami peluang akses pembiayaan melalui KUR. 

Sinergi literasi teknologi dan literasi pembiayaan diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mengembangkan usaha pertanian berkelanjutan. [ibrahim/shinta/timhumas bbpustaka]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup