01 Agustus 2026
Pertanian

Tingkatkan IP dan Produksi Pangan, Kementan gelar Gertam Serempak di Lebak Banten

post-img
BB PUSTAKA: Kepala BB Pustaka Kementan, Eko Nugroho D.P. memimpin kegiatan Gertam Serempak di Desa Cikeucang Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten berlangsung simultan dengan Gertam Serempak nasional di Kabupaten Konawe, Sultra yang dipimpin oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti.

LEBAK (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) terus meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mempercepat pencapaian target Swasembada Pangan melalui Gerakan Tanam (Gertam) Serempak yang digelar di Desa Cikeucang Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. 

Sementara kegiatan Gertam Serempak BPPSDMP Kementan dipusatkan di Desa Kumapo, Kecamatan Abuki, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara dipimpin oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti yang diikuti serentak pada 25 provinsi, dengan target luas tanam dan panen mencapai Indeks Pertanaman (IP) 2 di lokasi Oplah dan CSR.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan penguatan produksi pertanian nasional terus dilakukan melalui perluasan lahan, rehabilitasi irigasi, dan program strategis lainnya agar Indonesia bisa terlepas dari ketergantungan impor pangan.

"Dulu Indonesia menjadi pasar besar bagi pangan dunia. Tetapi sekarang kita ingin berdiri di atas kaki sendiri," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengungkapkan bahwa sudah mencapai Luas Tambah Tanam (LTT) sesuai target pada Juli 2026 dan diharapkan dapat mencapai target di seluruh Indonesia.

Menurut Kabadan, Gertam Serempak bukan seremoni, melainkan gerakan tanam bersama, ia mengingatkan para penyuluh agar catatan LTT segera dirapikan. 

"Kami menyadari adanya El Nino dalam waktu terakhir, namun di minggu ini masih ada hujan dan menjadi berkah bagi petani untuk terus melakukan pertanaman," katanya.

BB Pustaka
Sementara, Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementan (BB Pustaka) Eko Nugroho Dharmo Putro mengungkapkan bahwa Gertam di Provinsi Banten melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BRMP Banten, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, hingga para petani. 

"Sinergi tersebut menjadi faktor penting mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian dan meningkatkan indeks pertanaman di berbagai wilayah," katanya.

Menurutnya, keberhasilan Gertam Serempak tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan lahan, sarana produksi dan dukungan infrastruktur, juga oleh kapasitas SDM dalam mengelola usaha tani secara efektif. 

"Oleh karena itu, literasi pertanian menjadi salah satu kunci penting meningkatkan produktivitas dan produksi pangan nasional," katanya.

Eko Nugroho DP menambahkan, literasi pertanian berperan penting membantu petani menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Akses informasi, inovasi teknologi, hasil penelitian, dan praktik budidaya yang tepat, mendorong petani dapat mengambil keputusan yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas lahannya.

"Literasi menjadi salah satu fondasi mendukung keberhasilan Gertam Serempak dan upaya peningkatan produksi pangan nasional," ujarnya.

Penerapan PM-AAS
Eko Nugroho DP mengajak para penyuluh di Provinsi Banten dapat mendampingi petani menerapkan Pertanian Modern Anvanced Agricultural System (PM-AAS) sehingga dapat mendongkrak produksi padi di Provinsi Banten

Penyuluh pendamping, Muhammad Khoiruddin mengungkap bahwa Gertam Serempak di Desa Cipeucang dilaksanakan pada lahan seluas 50 hektare yang dikelola oleh Brigade Pangan (BP) Bunga Padi Milenial. 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Perluasan dan Percepatan Areal Tanam dengan menerapkan metode PM-AAS yang menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi padi nasional.

Di Provinsi Banten, target PM-AAS tahun 2026 mencapai 24.612 hektare, sedangkan Kabupaten Lebak mendapat target 4.673 hektare. 

Khusus Kecamatan Wanasalam, target yang ditetapkan mencapai 930 hektare. Pada lokasi Gertam Desa Cipeucang, rencana PM-AAS yang akan dilaksanakan seluas 18 hektar.

Sebelum pelaksanaan PM-AAS, ungkap Khoiruddin, produktivitas lahan di lokasi tersebut mencapai rata-rata 6,2 ton per hektare. 

"Dengan optimalisasi pertanaman dan dukungan mekanisasi pertanian, produktivitas diharapkan dapat terus meningkat sehingga berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan daerah maupun nasional," katanya. [shinta/timhumas bbpustaka]

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup