KENDARI (Kepopedia) - Menteri Pertanian RI (Mentan) yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan sebesar Rp10 miliar, untuk mempercepat pemulihan warga dan sektor pertanian terdampak banjir di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Bantuan tersebut mencakup benih padi gratis untuk 2.000 hektare lahan, alat dan mesin pertanian (Alsintan), fasilitas pengering gabah (dryer), bantuan pangan, minyak goreng hingga bantuan tunai bagi masyarakat terdampak banjir.
Mentan Amran turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Kota Kendari bersama jajaran pemerintah daerah.
Dia mengunjungi dua titik utama yakni kawasan persawahan Amohalo di Kelurahan Baruga yang terendam banjir serta kawasan permukiman bantaran Kali Wanggu yang masih dipenuhi lumpur dan genangan air.
“Kami tahu laporan sejak subuh. Subuh kami telepon Ibu Wali Kota, kemudian Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur bersama kami datang langsung ke lokasi," kata Mentan.
Menurutnya, masalah-masalah lapangan sudah kita putuskan semua, mulai pertaniannya, kemudian irigasi kami koordinasi dengan Menteri PU.
Lahan pertanian yang terdampak banjir di Sultra mencapai 337 hektar di kawasan Amohalo, sekitar 151 hektar terendam akibat jebolnya tanggul irigasi.
Perbaikan Irigasi
Mengatasi jebolnya tanggul irigasi tersebut Pemerintah RI melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) menargetkan perbaikan saluran irigasi dapat selesai dalam satu minggu agar petani segera kembali berproduksi.
Sebagai bentuk percepatan pemulihan, pemerintah pusat menyalurkan berbagai bantuan, antara lain benih padi gratis untuk lahan seluas 2.000 hektar di tiga kabupaten/kota terdampak, bantuan Alsintan berupa 20 unit hand traktor dan 5 unit combine harvester serta bantuan dryer dari Perum Bulog untuk menyelamatkan hasil panen petani.
Selain bantuan sektor pertanian, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial berupa 30 ton bahan pangan pokok dan 1.500 liter minyak goreng untuk masyarakat terdampak banjir.
Pemerintah juga turut memberikan bantuan tunai sebesar Rp500 juta bagi warga terdampak langsung di kawasan Wanggu dan sekitarnya.
“Kami kirim beras, minyak goreng, dan bantuan lainnya. Alat mesin pertanian, benih bibit untuk 2 ribu hektare. Mungkin kurang lebih Rp10 miliar bantuannya. Bantuan dryer juga kami siapkan,” ungkap Mentan Amran.
Mentan Amran juga menyampaikan bahwa ia memiliki kedekatan emosionalnya dengan masyarakat Sulawesi Tenggara. Ia mengaku memahami kondisi warga karena pernah merasakan situasi bencana dan memiliki ikatan dengan daerah tersebut.
“Karena saya pernah merasakan bencana. Ada Rp500 juta seadanya, karena ini adalah kampung halaman saya. Kami tahu daerah ini, kami sering naik motor di sini,” tuturnya.
Lebih lanjut pemerintah memastikan penanganan pascabanjir dilakukan secara terpadu agar aktivitas masyarakat dan produksi pertanian di Sultra dapat segera pulih kembali. [ilham/timhumas bbppbatangkaluku]