28 April 2026
Pertanian

Bangun Jiwa Bisnis Siswa, SMKPPN Kementan Hadirkan `Kulacino Cafe` di Sembawa Sumsel

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Kulacino Cafe dirancang sebagai laboratorium bisnis sekaligus ruang kolaborasi lintas program studi. Kafe menjadi sarana belajar keterampilan praktis, khususnya kopi yang punya peluang pasar besar sekaligus ruang diskusi yang nyaman bagi warga sekolah.

BANYUASIN (Kepopedia) - SMK PP Negeri Sembawa lingkup Kementerian Pertanian RI (Kementan) resmi meluncurkan unit bisnis kopi ´Kulacino Cafe´ pada Senin (27/4) sebagai bagian dari implementasi Teaching Factory (TeFa) untuk membangun jiwa kewirausahaan siswa di sektor hilirisasi pertanian.

Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan Kulacino Cafe memanfaatkan peralatan dari program Pengembangan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP) sebagai sarana pembelajaran praktik, mengusung konsep modern dengan kopi lokal hasil budidaya dan olahan siswa.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya transformasi pendidikan vokasi dalam mencetak petani milenial yang inovatif dan berdaya saing.

“Pendidikan vokasi harus menjadi tulang punggung lahirnya petani milenial. Tidak hanya fokus pada budidaya, juga mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Balai Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa TeFa sebagai pendekatan strategis yang menghadirkan suasana belajar setara dunia industri.

“Melalui TeFa, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mengelola usaha. Ini penting untuk mencetak SDM pertanian yang mandiri, modern, dan profesional,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut TeFa sebagai indikator pendidikan vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Kami ingin lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja di sektor agribisnis,” tegasnya.

SMKPPN Sembawa

Kepala SMK PP Negeri Sembawa, Budi Santoso, menjelaskan Kulacino Cafe dirancang sebagai laboratorium bisnis sekaligus ruang kolaborasi lintas program studi.

“Kafe ini menjadi sarana belajar keterampilan praktis, khususnya di bidang kopi yang punya peluang pasar besar. Sekaligus ruang diskusi yang nyaman bagi warga sekolah,” katanya.

Budi Santoso menambahkan, konsep usaha ini melibatkan berbagai program studi. Siswa jurusan perkebunan berperan dalam pengolahan dan kualitas kopi.

"Sementara jurusan tanaman pangan dan hortikultura menyuplai produk pendukung seperti jagung manis dan kacang rebus," ungkapnya.

Kaprodi Agribisnis Hasil Pertanian, Erni Prabawati mengatakan kafe juga menjadi wadah pengembangan keterampilan Barista yang diminati kalangan muda.

“Melalui Kulacino, siswa tidak hanya belajar bisnis, juga menguasai keterampilan yang relevan dengan tren industri,” ujarnya.

Peresmian Kulacino Cafe dihadiri jajaran manajemen sekolah. Para tamu turut mencicipi racikan kopi yang diolah siswa dengan standar kualitas tinggi.

Melalui unit usaha, kata Budi Santoso, SMKPPN Sembawa berharap dapat terus mendorong inovasi produk pertanian sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup