BANYUASIN (Kepopedia) - Dalam upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional, Kementerian Pertanian RI khususnya SMK PPN Sembawa menyelenggarakan ´Pelatihan Kompetensi Pertanian Komoditas Padi´ bagi prajurit TNI AD pada Batalyon Teritorial (Yon TP) Komando Resort Militer (Korem) 044/Garuda Dempo (Gapo).
Kepala SMKPPN Sembawa, Budi Santoso mengatakan kegiatan pelatihan intensif berlangsung selama enam hari, 23 - 28 April 2026 di lahan praktik dan ruang kelas SMK PPN Sembawa.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi krisis pangan global.
Pertanian adalah sektor yang sangat vital.
"Pelibatan aparat dalam program ketahanan pangan, khususnya padi, merupakan langkah strategis memastikan ketersediaan pangan di seluruh pelosok negeri. Kita harus bergerak cepat dan tepat demi kedaulatan pangan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas SDM pertanian merupakan fondasi utama keberhasilan sektor pertanian.
“Kementan terus mendorong UPT pendidikan vokasi pertanian seperti SMK PP Kementan menjadi pusat keunggulan (center of excellence). Pelatihan bagi prajurit Yon TP membuktikan bahwa vokasi pertanian tidak hanya diperuntukkan bagi siswa, tetapi juga seluruh elemen bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menekankan pentingnya kompetensi teknis para instruktur dalam mendukung keberhasilan pelatihan.
“Instruktur harus memiliki kemampuan teknis yang mumpuni agar dapat mentransfer teknologi serta metode pertanian berkelanjutan kepada peserta, sehingga mereka memiliki bekal kuat saat bertugas di lapangan,” ungkapnya.
SMKPPN Sembawa
Dalam sambutannya, Kepala Staf Korem 044/Gapo, Kolonel Inf Andi Kuswulandari melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 100 prajurit TNI dari empat batalyon.
“Pelatihan bertujuan meningkatkan keterampilan dan kemampuan teknis prajurit di bidang pertanian. Ketahanan pangan merupakan aspek krusial dalam mendukung stabilitas dan ketahanan nasional,” jelasnya.
Kolonel Inf Andi Kuswulandari mengimbau para peserta untuk mengikuti kegiatan dengan penuh kesungguhan.
“Manfaatkan kesempatan ini untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dari para pembina dan pelatih,” tambahnya.
Kepala SMK PPN Sembawa, Budi Santoso yang diwakili oleh Kepala Tata Usaha, Syamsiyah, Kamis (23/4) menyampaikan bahwa pelatihan melibatkan guru serta Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) sebagai fasilitator utama.
“Peserta dibekali materi komprehensif mulai dari penyiapan bibit, penanaman, pengairan, penyiangan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman atau OPT hingga panen,” jelasnya.
Syamsiyah menambahkan bahwa pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung di lapangan.
“Fokus utama adalah penerapan teknologi budidaya padi varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim,” ujarnya. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]