23 April 2026
Pertanian

Monitor Olah Lahan & Tanam, Kementan Dorong Optimalisasi CSR Banyuasin Sumsel

post-img
BBPKH CINAGARA: Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan wilayah Sumsel [tengah, kemeja biru] bersama petani dan pihak terkait dari dinas pertanian Banyuasin, TNI dan penyuluh di lahan CSR di Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

BANYUASIN (Kepopedia) - Upaya percepatan peningkatan produksi pangan nasional terus diperkuat Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui berbagai program strategis di daerah,

di antaranya ´Monitoring Progres Percepatan Olah Lahan dan Percepatan Tanam pada lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (19/4).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan wilayah Sumsel.

Upaya tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa Percepatan Tanam dan Optimalisasi Lahan (Oplah) merupakan kunci utama menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kita tidak boleh menunda tanam. Setiap jengkal lahan yang sudah siap harus segera ditanami. Dengan percepatan ini, kita optimistis produksi pangan nasional dapat terus meningkat dan memperkuat posisi Indonesia menghadapi tantangan global,” tegasnya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan peran SDM pertanian mendukung keberhasilan program.

“Brigade Pangan menjadi ujung tombak di lapangan melalui pendampingan, pelatihan, dan fasilitasi yang tepat. Kita dorong peningkatan kapasitas petani agar mampu mengelola lahan secara optimal, produktif dan berkelanjutan,” katanya.

BBPKH Cinagara

Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty selaku PJ Brigade Pangan wilayah Sumsel mengatakan monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan percepatan implementasi Program Oplah dan peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di wilayah CSR.

Dalam kunjungannya, Inneke Kusumawaty meninjau langsung kondisi lahan, progres pengolahan tanah, serta kesiapan petani dan Brigade Pangan dalam mendukung percepatan tanam. 

Dia menegaskan bahwa keberhasilan Program CSR sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah, Brigade Pangan, dan petani di lapangan.

“Monitoring ini penting untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target. Mulai dari olah lahan hingga percepatan tanam. Kita ingin tidak ada waktu yang terbuang sehingga produktivitas lahan dapat segera ditingkatkan,” ujarnya.

Inneke Kusumawaty juga menekankan, Brigade Pangan memiliki peran strategis sebagai penggerak utama di lapangan, khususnya mengawal proses percepatan tanam di lahan-lahan baru. 

"Dengan dukungan alat dan mesin pertanian atau Alsintan serta pendampingan teknis berkelanjutan. Brigade Pangan diharapkan mampu mempercepat transformasi lahan CSR menjadi lahan produktif," katanya.

Indeks Pertanaman

Inneke Kusumawaty menjelaskan bahwa percepatan olah lahan menjadi kunci meningkatkan IP terutama di wilayah yang sebelumnya, belum dimanfaatkan secara optimal. 

"Melalui pendekatan ini, lahan CSR yang semula belum tergarap diharapkan dapat segera ditanami dan bahkan ditingkatkan frekuensi tanamnya," ungkapnya lagi.

Kegiatan monitoring juga menjadi momentum evaluasi lapangan terhadap berbagai kendala yang dihadapi, seperti kesiapan lahan, ketersediaan air, hingga koordinasi antar pihak terkait. 

"Hasil monitoring akan menjadi dasar dalam merumuskan langkah percepatan berikutnya," ungkap Inneke Kusumawaty.

Dengan dilaksanakannya kegiatan monitoring, diharapkan Program CSR di Kabupaten Banyuasin berjalan lebih optimal, sehingga mampu kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi padi di Sumssl serta mendukung pencapaian swasembada pangan nasional. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup