BOGOR (Kepopedia) - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Kementerian Pertanian RI khususnya Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara kembali menghadirkan edukasi bagi masyarakat melalui program Bertani on Cloud (BoC), belum lama ini.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan, kegiatan BoC Volume 347 mengusung tema ´Penyembelihan Hewan Qurban dan Penerapan Kesejahteraan Hewan´ yang diikuti oleh 840 peserta dari sejumlah daerah di Indonesia, terdiri atas petugas, panitia qurban dan peternak.
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci dalam menjaga mutu dan keamanan produk pertanian, termasuk produk asal hewan.
“Edukasi dan peningkatan kompetensi pelaku di lapangan sangat penting untuk memastikan setiap proses produksi berjalan sesuai standar, sehingga menghasilkan produk yang aman, berkualitas dan berdaya saing,” katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa kegiatan edukasi seperti BoC menjadi bagian penting memperluas akses pengetahuan bagi masyarakat.
“BPPSDMP terus mendorong peningkatan kapasitas SDM melalui berbagai metode pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi digital pada BoC," katanya.
BBPKH Cinagara
Kegiatan BoC dibuka secara resmi oleh Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty, yang menekankan pentingnya peningkatan kompetensi teknis bagi para pelaksana di lapangan, khususnya dalam penerapan kesejahteraan hewan.
"Webinar BoC Volume 347 bertujuan membekali para peserta agar pelaksanaan ibadah qurban berjalan sesuai prinsip aman, sehat, utuh dan halal disingkat ASUH sekaligus memenuhi standar kesejahteraan hewan atau Kesrawan," katanya.
Inneke Kusumawaty menambahkan, program seperti BoC menjadi sarana efektif menjangkau lebih banyak pelaku usaha peternakan agar memahami standar kesejahteraan hewan dan praktik penyembelihan yang benar.
“Penerapan kesejahteraan hewan bukan sekadar memenuhi ketentuan teknis, juga merupakan bagian dari etika pelaksanaan ibadah qurban," katanya.
Penanganan yang tepat akan menghasilkan daging yang berkualitas serta meminimalkan risiko kontaminasi akibat stres pada hewan.
Kesejahteraan Hewan
Hadir sebagai narasumber, Supratikno, yang memaparkan secara komprehensif tahapan penanganan hewan sebelum penyembelihan (pre-slaughter handling) hingga teknik penyembelihan yang sesuai standar kesejahteraan hewan.
Dalam paparannya, ia menekankan bahwa penanganan hewan yang baik menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas hasil pemotongan.
“Perlakuan kasar harus dihindari karena dapat memicu stres pada hewan, yang berdampak langsung pada kualitas daging, seperti perubahan warna hingga penurunan daya simpan,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penggunaan peralatan sesuai standar. Pisau yang sangat tajam menjadi faktor krusial, untuk memastikan proses penyembelihan berlangsung cepat dan tepat, dengan memutus saluran pernapasan, saluran makanan, serta pembuluh darah utama secara sempurna.
Tidak kalah penting, aspek fasilitas penyembelihan juga menjadi perhatian, termasuk desain lokasi yang aman serta penggunaan alat penahan (restraining) yang tidak menyakiti hewan maupun membahayakan petugas.
Diskusi interaktif dalam kegiatan ini dipandu oleh Putry Surya Arum dari BBPKH Cinagara. Peserta mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting dan siaran langsung YouTube, dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan terkait kendala di lapangan, seperti teknik penanganan hewan qurban yang agresif tanpa kekerasan.
Inneke Kusumawaty mengingatkan, melalui penyelenggaraan BoC Volume 347 ini, BBPKH Cinagara berharap seluruh lapisan masyarakat dapat menerapkan prinsip kesejahteraan hewan secara konsisten.
"Dengan demikian, pelaksanaan qurban tidak hanya memenuhi aspek religius, juga memenuhi standar teknis kesehatan masyarakat veteriner yang unggul. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]