GOWA (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI berupaya mempercepat penerapan mekanisasi pertanian di tingkat lapangan serta mendukung program Brigade Pangan, untuk itu, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku menyelenggarakan Pelatihan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) bagi 20 penyuluh dari sejumlah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Kabupaten Gowa mengatakan pelatihan berlangsung tiga hari, 13 - 15 April 2026.
Pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan teknis peserta dalam pengoperasian dan perawatan berbagai jenis Alsintan modern.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemanfaatan Asintan merupakan salah satu kunci peningkatan produksi pangan nasional.
"Penggunaan teknologi pertanian mampu mempercepat proses pengolahan lahan, penanaman hingga panen," katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam sektor pertanian modern.
“Penggunaan Alsintan merupakan bagian dari modernisasi pertanian. Teknologi ini membuat budidaya padi menjadi lebih efisien, efektif, dan mudah dilakukan,” katanya.
BBPP Batangkaluku
Kepala BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani selaku Penanggung Jawab (PJ) Brigade Pangan Kabupaten Gowa mengatakan, materi pelatihan meliputi traktor roda dua, traktor roda empat, rice transplanter, hingga combine harvester.
"Di tengah berkurangnya tenaga kerja di sektor pertanian, Alsintan menjadi solusi agar proses produksi tetap berjalan optimal," katanya.
Selain itu, ungkap Jamaluddin Al Afgani, Alsintan juga membantu pengelolaan lahan yang lebih terstruktur, termasuk optimalisasi lahan rawa dan pencetakan sawah rakyat.
Pelatihan ini tidak hanya berisi materi teori, juga praktik langsung lapangan dengan pendampingan instruktur berpengalaman.
"Kegiatan pelatihan menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian guna mendukung produktivitas dan efisiensi di tingkat lapangan," kata Jamaluddin Al Afgani.
Testimoni Peserta
Salah satu peserta, Anwar, penyuluh pertanian dari Kabupaten Sidrap, mengaku pelatihan tersebut sangat bermanfaat meningkatkan kompetensinya.
“Ke depan, kami akan membagikan pengetahuan ini kepada petani agar kemampuan Brigade Pangan di Sidrap semakin meningkat,” ujarnya.
Testimoni serupa disampaikan Andi Muhammas Arman, penyuluh dari Kabupaten Bulukumba. Pelatihan dinilai memberikan pengalaman praktik yang sangat dibutuhkan.
“Selama ini kami lebih banyak mendampingi petani, namun melalui pelatihan ini kami langsung praktik. Ini menjadi bekal penting untuk memberikan pendampingan yang lebih maksimal,” katanya.
Antusias Peserta
Pelatihan secara resmi ditutup oleh Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyelenggaraan Pelatihan Aparatur dan Non-Aparatur BBPP Batangkaluku, Hari Ismanto, pada Rabu (15/4).
Dia mengapresiasi antusiasme peserta dan berharap ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan di daerah masing-masing.
“Pelatihan tidak hanya soal keterampilan teknis, juga upaya mempercepat adopsi mekanisasi pertanian di lapangan," katanya.
Hari Ismanto berharap para penyuluh dapat menjadi motor penggerak pemanfaatan alsintan secara optimal. Melalui pelatihan, para peserta tidak hanya memperoleh peningkatan keterampilan.
"Juga pengalaman berharga yang diharapkan dapat memperkuat peran mereka sebagai pendamping petani dalam mewujudkan pertanian yang lebih modern dan produktif," ungkapnya lagi. [fauzan/ilham/timhumas bbppbatangkaluku]