31 Mei 2026
Pertanian

Kolaborasi Kementan dan TNI AD Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan Widyaiswara bersama petugas teknis BBPP Lembang, memberikan materi dan praktik agribisnis tanaman sayuran, untuk meningkatkan wawasan peserta sebelum terjun ke masyarakat bagi peserta pendidikan Dikjurtakes Abit Dikmatakes di BBPP Lembang.

 

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) bersama Pusat Pendidikan Ajudan Jenderal pada Direktorat Ajudan Jenderal TNI AD (Pusdik Ajen Ditajenad) melatih 252 siswa usia 17 - 23 tahun bagi peserta Pendidikan Kejuruan Tamtama Kesehatan Abituren (Dikjurtakes Abit) dari Pendidikan Pertama Tamtama Kesehatan (Dikmatakes) Gelombang III tentang Pertanian. 

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan kegiatan pelatihan berlangsung Selasa (24/2) didukung oleh Widyaiswara bersama petugas teknis Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang yang memberikan materi dan praktik agribisnis tanaman sayuran, untuk meningkatkan wawasan peserta sebelum terjun ke masyarakat.

Kegiatan pelatihan sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman, yang menegaskan tentang pentingnya sinergi sektor pertanian dan pertahanan negara dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

“Keterlibatan prajurit dengan latar belakang pertanian baik dari sisi inovasi, teknologi maupun strategi kebijakan, menjadi langkah strategis menghadapi tantangan ketahanan pangan ke depan,” katanya.

Hal senada dikemukakan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti tentang kolaborasi Kementan dengan TNI AD menjadi faktor penting mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan melalui sinergi optimasi lahan dan pemanfaatan teknologi pertanian.

"Sinergi tersebut difokuskan pada pengawalan dan pendampingan Babinsa dalam brigade pangan guna memperkuat ketahanan pangan nasional," katanya.

BBPP Lembang
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan, TNI AD selama ini telah berperan aktif mendukung sektor pertanian mulai dari pendampingan petani, pompanisasi, hingga program cetak sawah. 

"Dengan adanya tenaga pertanian di dalamnya, sinergi tersebut dinilai akan semakin kuat dan efektif," katanya mengutip arahan Mentan Amran Sulaiman.

Ajat Jatnika mengapresiasi komitmen TNI AD mendukung program pertanian pemerintah dan berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat, agar sektor pertanian semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan.

"Pada sesi teknis, Widyaiswara BBPP Lembang elaborasi materi budidaya sayuran. Mulai dari konsep good agricultural practices disingkat GAP," katanya.

Ajat Jatnika menambahkan, konsep GAP meliputi pengolahan lahan, persemaian, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit terpadu hingga panen dan pascapanen.

"Didampingi petugas teknis, peserta juga mengikuti praktik pengukuran pH tanah secara sederhana menggunakan kunyit sebagai indikator alami," ungkapnya lagi.

Selanjutnya, kata Ajat Jatnika, dilakukan praktik persemaian benih cabai merah menggunakan tray, penanaman di polybag dan pemupukan.

"Melalui sinergi sektor pertanian dan pertahanan, diharapkan Indonesia mampu memperkuat swasembada pangan secara berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian produksi pangan nasional," katanya lagi. [chetty/timhumas bbpplembang]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup