31 Mei 2026
Pertanian

Wawasan Siswa, SMKPPN Kementan Kunjungi Petani Sukses Hidroponik dan Pepaya

post-img
SMKPPN BANJARBARU: Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita [tengah] mewakili Kepala SMKPPN Banjarbaru, Yudi Astoni memimpin kegiatan Field Trip budidaya pepaya di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut yang diikuti 71 siswa kelas X dan XI dari Konsentrasi Keahlian ATPH dan 20 guru serta PLP SMKPPN Banjarbaru.

TANAH LAUT - Guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) berkompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian (Kementan) maksimalkan pendidikan vokasi. Pasalnya, pendidikan vokasi memiliki kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DuDi) melalui kemitraan baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, sekolah vokasi seperti SMK-PP, Polbangtan dan PEPI memiliki peran penting untuk memajukan pertanian. 

"Pertanian pun dapat di digarap dengan cara-cara kekinian, namun hal tersebut harus didukung oleh kemampuan SDM yang memadai," katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Pengembangan SDM  Pertanian Kementan (BPSDMP) Idha Widi Arsanti bahwa di tangan milenial dan generasi Z pembangunan pertanian akan dijalankan. 

“Kalian semua adalah motor penggerak pertanian di negara yang kita cintai ini, terlepas dari generasai pendahulu kalian yang saat ini sudah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan pertanian,” katanya.
 
SMKPPN Banjarbaru
SMKPP Negeri Banjarbaru, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang Pendidikan Vokasi Pertanian di bawah naungan Badan PPSDMP Kementan sebagai sekolah vokasi bidang pertanian, terus berupaya meningkatkan kapasitas dan pengetahuan siswa dan tenaga pendidiknya.

Kali ini siswa/i SMKPPN Banjarbaru mengikuti Field Trip (kunjungan lapangan) pada DuDi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Siswa/i berkunjung ke petani sukses budidaya hidroponik di Kota Banjarbaru dan budidaya pepaya di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Rabu (19/11).

Kegiatan berupa Field Trip tersebut diikuti 71 siswa kelas X dan XI dari Konsentrasi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) dan 20 guru serta PLP SMKPPN Banjarbaru.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Yudi Astoni, yang hadiri Field Trip pada petani hidroponik menyampaikan, Kementan inisiatif mengajak siswa kelas X dan XI ATPH ke Kebun Hidroponik Banjarbaru. 

"Ini salah satu potensi di sekolah yang akan kita kembangkan ke depan, bekerjasama dengan industri,” katanya.

Yudi Astoni menambahkan, Kementan melalui Field Trip berupaya mewujudkan bentuk pembelajaran Teaching Factory (TeFa) di SMK-PP Negeri Banjarbaru. 

"Siswa, guru dan PLP semoga bisa mendalami tentang teknis, manajamen, operasional, pemasaran, termasuk prospek usaha yang akan dikembangkan,” katanya.

Yudi Astoni mengungkapkan bahwa Field Trip memberi kesempatan pada 41 siswa kelas X dan 30 siswa kelas XI melihat sistem nutrisi hidroponik, media tanam, teknik panen, pemasaran hidroponik. 

"Untuk pepaya, siswa melihat pengolahan lahan, perawatan, pengendalian hama dan pemasarannya," ungkapnya lagi. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup