01 Juni 2026
Pertanian

Live TVRI, SMKPPN Kementan & Brigade Pangan Ajak Milenial Sumsel Bertani Modern

post-img
SMKPPN SEMBAWA: Siaran langsung [live] pada TVRI Sumsel diharapkan menjadi inspirasi dan menarik minat generasi muda Sumsel membangun pertanian atas hadirnya Kepala SMK-PP Sembawa, Budi Santoso [tengah] dan Manajer BP Expand Berjaya, Khoirul Anwar [kiri] selaku narasumber.

PALEMBANG - Pada siaran langsung yang diselenggarakan oleh TVRI Sumsel, program bertajuk 'Perkuat Ketahanan Pangan Nasional melalui Brigade Pangan' menghadirkan dialog mendalam bersama dua narasumber utama yaitu Kepala SMK-PP Negeri Sembawa dan Brigade Pangan (BP) Expand Berjaya.

Dialog disiarkan secara langsung (live) dari Studio TVRI Sumsel dan disaksikan oleh ribuan pemirsa melalui kanal televisi dan media sosial pada Kamis (3/7).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa program Brigade Pangan adalah jawaban atas tantangan regenerasi petani.

"Kita ingin anak muda tidak lagi harus pergi ke kota untuk bekerja, karena desa pun bisa menjadi pusat ekonomi yang maju jika pertanian dikelola dengan modern dan profesional," katanya.

Mentan Amran, berkomitmen mendukung penuh program ini sebagai bagian dari upaya menuju swasembada pangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti dalam berbagai kesempatan menyampaikan program BP fokus pada 12 provinsi.

Ke-12 provinsi dimaksud adalah Aceh, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Papua Selatan.

Live TVRI Sumsel

Kepala SMK-PP Negeri Sembawa, Budi Santoso selaku Penanggung Jawab (PJ) dari BP di Sumsel menyampaikan bahwa Sumatera Selatan salah satu wilayah terbesar di Indonesia yang mendapatkan program Optimalisasi Lahan (Oplah) dari Kementan, dari program ini terbentuk BP yang akan mengelola lahan- lahan Oplah di Sumsel.

"Brigade Pangan dibentuk untuk mendukung program Asta Cita dari Presiden RI Prabowo Subianto bahwa Indonesia harus swasembada pangan secepat cepatnya," katanya.

Guna meningkatkan produksi gabah, ungkap Budi Santoso, ada dua hal penting. Pertama, intensifikasi mengoptimalkan lahan yang sudah ada dari Indeks Pertanaman (IP) l menjadi IP ll dan dari IP ll menjadi IP lll dalam satu tahun.

"Kedua, ekstensifikasi memperluas lahan yang ada melalui cetak sawah (CSR)," katanya.

Manajer BP Expand Berjaya, Khoirul Anwar mengatakan, BP merupakan salah satu contoh program dari Kementan, untuk menarik minat regenerasi muda milenial untuk terjun ke dunia pertanian.

"Sebelum terbentuk BP dalam mengolah lahan, masih menggunakan peralatan atau tenaga manual (konvensional), setelah terbentuknya BP lahan pertanian menjadi pertanian modern," katanya.

Live streaming ini juga menayangkan cuplikan aktivitas BP dalam mengolah lahan sawah dan hasil panen.

Penonton yang menyaksikan secara daring turut aktif mengajukan pertanyaan melalui fitur live chat, menunjukkan antusiasme publik terhadap program kementerian pertanian dan peran generasi muda didalamnya.

Budi Santoso menambahkan, program live di TVRI Sumsel diharapkan menjadi inspirasi dan pemicu semangat generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian di era modern.

"Selain itu, generasi muda memiliki potensi besar mengubah persepsi masyarakat bahwa pertanian bukanlah sektor yang kuno, tetapi menjanjikan secara ekonomi dan berkelanjutan secara lingkungan," katanya. [wulan/titin/timhumas smkppnsembawa]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup