HULU SUNGAI SELATAN - Kementerian Pertanian RI melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] terus mendorong proses regenerasi petani dan mendorong pengembangan usaha pertanian melalui akses permodalan khususnya Kredit Usaha Rakyat [KUR].
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara terkuat di dunia melalui pengelolaan pertanian, maka insan pertanian harus bekerja keras penuh integritas.
BPPSDMP Kementan melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services [YESS] yang didukung oleh lembaga pembiayaan internasional bidang pertanian, International Fund for Agricultural Development [IFAD] maka Kementan terus meningkatkan minat generasi muda berwirausaha di bidang pertanian.
Pelaksana Tugas [Plt] Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengingatkan pentingnya akses permodalan bagi para pelaku bisnis pertanian.
"Permodalan menjadi faktor penting dalam kegiatan usaha para petani milenial. Penting sebagai upaya mereka dalam mengembangkan skala usaha mereka, untuk itu akses permodalan, khususnya KUR, harus terus diupayakan,” katanya.
Kementan terus berupaya memasifkan informasi mengenai akses KUR bagi petani milenial, kali ini oleh unit pelaksana teknis, SMK-PP Negeri Banjarbaru selaku Provincial Project Implementation Unit [PPIU] Program YESS di Provinsi Kalimantan Selatan.
SMK-PP Negeri Banjarbaru mengadakan Millennial Agriculture Forum [MAF] edisi Tani Akur bertajuk ´Inovasi Sumber Permodalan Alternatif untuk Petani Muda´ secara daring dan luring di Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Sungai Raya, Kabupaten Hulu Sungai Selatan [HSS] di Kalsel pada Rabu [10/7].
Lima Narasumber
MAF Rabuan tersebut dihadiri oleh lima narasumber, diawali oleh Fuad Zaki Yamani, Regional Manager Pengawasan & Monitoring PNM Mekar HSS yang mengurai Pengembangan Kapasitas Usaha [PKU] di PNM Mekar.
Narasumber kedua Olivia, Account Officer Pegadaian cabang Barabai [Banua Lima] yang mengurai fokus bisnis pegadaian seperti gadai, emas, pembiayaan dan jasa lainnya.
Olivia memaparkan tentang kredit yang dapat digunakan oleh petani muda yang ingin mengembangkan usaha seperti pembiayaan KUR, ultra mikro, kreasi reguler dan kreasi fleksi.
Narasumber ketiga, Hadi Saputra selaku Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian [BPP] Sungai Raya yang merupakan Business Development Service Provider [BDSP] Program YESS.
"Tugas kami adalah bimbingan layanan bisnis, adanya di tempat kami. Adik-adik petani muda yang akan diikutkan dalam kegiatan pertanian. Di sinilah akan diajarkan dan ditingkatkan. Petani harus gigih, sadar dalam usahanya, dan mengakar ke jiwa," katanya.
Narasumber keempat, Khairani, Offtaker Kecamatan Sungai Raya yang bergerak dalam budidaya cabai dan peternakan, yang memastikan berusaha sebagai petani mendatangkan hasil yang lumayan.
Khairani yang juga penyuluh swadaya, berpesan pada petani muda agar jangan takut bergelut di pertanian. "Kalian yang penting harus berani memulai, jika ada rintangan dalam proses usaha silakan datang ke BPP, bertanya ke penyuluh."
Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian [Pusdiktan] Idha Widi Arsanti memaparkan bahwa Program YESS di HSS harus terus bergerak, sebagai lokasi baru kegiatan Program YESS, sehingga petani muda akan mandapatkan manfaatnya.
“Kita sangat berharap bahwa dalam waktu dekat di sini bisa tercapai 10.000 calon atau Penerima Manfaat Program YESS, sehingga dapat memberi manfaat lebih bagi banyak pihak di Kabupaten Hulu Sungai Selatan,” katanya.
Program Manager Program YESS PPIU Kalsel, Angga Tri Aditia Permana pada closing speech menjelaskan bahwa Kementan mendorong petani di Indonesia, yang awalnya pelaku usaha pertanian, sekarang menjadi pelaku agribisnis. [Tim Ekspos SMKPPN Banjarbaru]