03 Juni 2026
Pertanian

Kabadan Ajak Tiru `Saemaul Undong` dari Korsel pada Rapim BPPSDMP Kementan

post-img
BPPSDMP KEMENTAN: Kabadan Dedi Nursyamsi [tengah] bersama Sekretaris BPPSDMP Kementan, Siti Munifah [ke-2 kanan] dan Kapusluh Bustanul Arifin Caya [ke-2 kiri] usai penandatanganan `Komitmen Bersama Membangun Zona Integritas WBK WBBM oleh para Kepala UPT BPPSDMP Kementan di seluruh Indonesia.

JAKARTA - Memasuki Semester II Program Kegiatan 2024, Kementerian Pertanian RI khususnya Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian [BPPSDMP] melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat pelaksanaan program.

Konsolidasi berlangsung pada Rapat Pimpinan [Rapim] lingkup BPPSDMP Kementan selama tiga hari, 19 - 21 Juni 2024 di Mercure Jakarta. 

Saat pembukaan, peserta Rapim diajak oleh Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, untuk merenungkan lalu meresapi diikuti membangun kesadaran, untuk replikasi semangat Saemaul Undong. 

Saemaul Undong, gerakan di Korea Selatan pada dekade 60-an pasca Perang Korea, yang bertumpu pada kesadaran rakyat untuk mengentaskan diri dari kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk desa.

Seruan Kabadan sejalan arahan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman bahwa SDM memegang peran sangat penting mendukung sukses pembangunan pertanian termasuk untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“SDM adalah penentu tercapai atau tidaknya produksi pertanian, begitu juga kebijakan-kebijakan yang bisa mendukung pertanian,” katanya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan Rapim tersebut merupakan langkah evaluasi sekaligus menyiapkan strategi yang akan dilakukan ke depan.

“Kita bertemu di sini merupakan langkah evaluasi apa yang telah kita kerjaan enam bulan sebelumnya, dan untuk merumuskan rencana apa yang akan kita lakukan enam bulan berikutnya. Jangan lupakan, tugas kita adalah membangun SDM pertanian yang profesional, berdaya saing dan berjiwa wirausaha," katanya saat membuka Rapim pada Rabu [19/6]. 

BPPSDMP Kementan, katanya, juga bertanggung jawab dalam regenerasi pertanian melalui pendidikan vokasi dan menumbuhkan minat generasi muda ke bidang pertanian, memperkuat skill para penyuluh di lapangan dalam mendampingi petani melalui pelatihan dan memberdayakan masyarakat dalam bidang pertanian melalui organisasi masyarakat salah satunya P4S.

“Sebagai bentuk efisiensi langkah membangun SDM pertanian, kita harus fokus. SDM adalah faktor utama mengungkit produktivitas. Pertanian merupakan kunci membangun sebuah bangsa. Bangsa yang besar merupakan bangsa yang sektor pertaniannya kuat dan maju,” katanya.

Dedi Nursyamsi mencontohkan, Korea Selatan pada dekade 60-an, pasca Perang Korea, memiliki gerakan penting yang berangkat dari kesadaran rakyat, Saemaul Undong, gerakan untuk mengentaskan diri dari kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk desa.

"Saemaul Undong adalah gerakan pembaharuan dari pedesaan sehingga desa menjadi pusat perubahan. Desa mampu menyediakan pangan bagi kabupaten, provinsi hingga ibukota negara," ungkapnya didampingi Sekretaris BPPSDMP Kementan, Siti Munifah dan pejabat eselon dua.

Dedi Nursyamsi mengingatkan bagaimana membangun bangsa kalau urusan pangan berantakan? "Jadi kalau negara kita mau maju, kita harus tiru gerakan Sae-maul yakni Saemaul Undong."

Dalam kegiatan yang berlangsung tiga hari tersebut hadir Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah, Kepala Pusat Penyuluhan, Bustanul Arifin Caya, Kepala Pusat Pendidikan, Idha Widi Arsanti, Kepala Pusat Pelatihan, Muhammad Amin serta para Ketua Tim Kerja dan Koordinator lingkup BPPSDMP.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan ´Komitmen Bersama Membangun Zona Integritas WBK WBBM oleh Kepala UPT lingkup BPPSDMP Kementan.

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup