22 Juni 2026
Pertanian

Kementan Maksimalkan Pertanian Desa dengan `Smart Farming ` melalui P4S

post-img
BPPSDMP KEMENTAN: Anak Agung Gede Agung Wedhatama, petani milenial dan wirausahawan muda asal Bali hadir sebagai pembicara pada Fornas P4S yang akan diikuti 1.748 peserta secara hibrid [offline dan online].

DENPASAR - Kementerian Pertanian RI terus berupaya memaksimalkan potensi di pedesaan, untuk meningkatkan ketersediaan pangan mencapai swasembada pangan melalui pengembangan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya [P4S] di seluruh Indonesia.

Upaya keras Kementan tampak pada Forum Nasional P4S [Fornas] di Sanur, Denpasar, Provinsi Bali yang dijadwalkan berlangsung 24 - 27 September mendatang.

Kegiatan Fornas P4S akan diikuti 1.748 peserta secara hibrid [offline dan online]. Puncak acara berlangsung di P4S PMK Desa Wisata Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali yang akan dihadiri oleh Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo didampingi Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi.

Mentan Syahrul mengatakan desa memiliki peran penting untuk mendukung ketahanan pangan. 

"Pembangunan pertanian yang terbaik harus dilakukan dari lapangan, dari desa, karena pertanian di pedesaan harus kita dukung dan tingkatkan."

Hal itu sejalan dengan tema yang diangkat dalam Fornas P4S tahun 2022, yaitu P4S sebagai ´pembaharu pedesaan tingkatkan ketersediaan pangan lokal melalui pemanfaatan teknologi smart farming dan pertanian regeneratif.´

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan P4S adalah kelembagaan pelatihan dengan metode pemagangan pertanian. 

"P4S didirikan, dimiliki dan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha secara swadaya baik perorangan maupun kelompok," katanya.

Menurutnya, P4S berperan sebagai lembaga penyelenggara pelatihan dan permagangan untuk pelaku utama dan/atau pelaku usaha pertanian. Selain itu, P4S adalah lembaga yang turut andil dalam penyelenggaraan penyuluhan dan pendampingan pelaku utama dan/atau pelaku usaha pertanian.

"Peran P4S lainnya adalah sebagai lembaga yang turut menumbuhkan, mengembangkan dan memperkuat kader tani. Kemudian sebagai sentra dalam pengembangan dan diseminasi teknologi/inovasi, budidaya, perbenihan, pengolahan hasil, pengembangan spesifik lokalita, juga sebagai sentra pengembangan jejaring usaha tani," katanya lagi.

Dedi Nursyamsi menambahkan Fornas dilaksanakan dengan tujuan penguatan dan pemberdayaan kelembagaan P4S sebagai pembaharu perdesaan.

Caranya, dengan menyelenggarakan FGD Penguatan dan Pemberdayaan Kelembagaan P4S, memfasilitasi dukungan teknologi informasi terhadap pengembangan P4S, menyelenggarakan Munas P4S, memberikan penghargaan bagi 10 P4S model, menyelenggarakan gelar Inovasi Teknologi, serta menyelenggarakan Temu Agribisnis.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup