24 April 2026
Kesehatan

Atasi Stunting, Peluncuran Makan Bergizi Gratis Prabowo Disorot Media Inggris

post-img
MAKAN BERGIZI GRATIS: Pemerintah RI telah mengalokasikan Rp10 ribu per porsi dengan perkiraan anggaran mencapai Rp71 triliun untuk tahun fiskal 2025. Pemerintah berencana untuk menyediakan makanan bagi hampir 83 juta orang pada 2029.

INDONESIA meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan anggaran sekitar Rp71 triliun pada Senin (6/1) untuk mengatasi pertumbuhan yang terhambat akibat kekurangan gizi atau stunting, sebagai realisasi dari janji kampanye Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.

Presiden Prabowo berjanji untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi puluhan juta anak sekolah dan ibu hamil, dengan, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup mereka dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Ini bersejarah bagi Indonesia untuk pertama kalinya menyelenggarakan program gizi nasional untuk balita, pelajar, ibu hamil dan menyusui," kata juru bicara kepresidenan Hasan Nasbi pada Minggu malam (5/1).

Setidaknya 190 dapur yang dijalankan oleh layanan katering selaku pihak ketiga dibuka secara nasional, termasuk beberapa yang dijalankan oleh pangkalan militer, yang sibuk menyiapkan makanan sejak tengah malam sebelum mendistribusikannya kepada anak sekolah dan ibu hamil.

Siswa kelas dua Khalifa Eldrian berseri-seri setelah menghabiskan makan siang gratisnya berupa nasi, ayam, sayur, dan pisang di sebuah sekolah dasar di Jakarta Timur.

"Saya senang karena makanannya lezat... Saya bisa lebih berkonsentrasi saat belajar," katanya kepada AFP seperti dilansir MailOnline.

Pemerintah RI telah mengalokasikan Rp10 ribu rupiah per porsi dengan perkiraan anggaran mencapai Rp71 triliun untuk tahun fiskal 2025. Pemerintah berencana untuk menyediakan makanan bagi hampir 83 juta orang pada 2029.

Ancaman stunting memengaruhi 21,5% anak-anak di negara kepulauan yang berpenduduk sekitar 282 juta orang. Indonesia menargetkan upaya menekan angka tersebut menjadi lima persen pada 2045.

Staf di sebuah dapur di Bogor, Jawa Barat, telah bekerja tanpa lelah sejak lewat tengah malam.

"Kami menyajikan menu yang berbeda setiap hari, harus berbeda agar anak-anak tidak bosan," kata staf Ayu Pertiwi kepada AFP.

Ayu Pertiwi mengatakan mereka mampu menyajikan makanan yang cukup bergizi seperti telur dan ikan meskipun dengan anggaran terbatas, meskipun daging kemungkinan hanya akan disajikan dua kali sebulan.

"Kami masih bisa membuat berbagai menu, tetapi pilihannya terbatas. Bagi kami, yang terpenting adalah makanannya bergizi," katanya.

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup