25 April 2026
presiden

Resmikan PLTS Terapung, Jokowi: Terbesar di Asia Tenggara, Ketiga di Dunia

post-img
INFRASTRUKTUR: Presiden Jokowi meresmikan PLTS Terapung Cirata 192 MWp, di Purwakarta, Jawa Barat. (Foto: Setkab RI)

PURWAKARTA - Presiden RI Joko Widodo menyampaikan bahwa Presiden mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya [PLTS] Terapung Cirata 192 MWp merupakan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara dan ketiga di dunia. 

Hal ini disampaikan Jokowi saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya [PLTS] Terapung Cirata 192 MWp, di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Kamis [9/11]. 

Jokowi mengatakan infrastruktur ini merupakan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara dan ketiga di dunia.

"Hari ini merupakan hari yang bersejarah, karena mimpi besar kita untuk membangun pembangkit energi baru terbarukan [EBT] dalam skala besar akhirnya bisa terlaksana. Dan, kita berhasil membangun salah satu pembangkit listrik tenaga surya terapung yang terbesar di Asia Tenggara dan nomor tiga di dunia," ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, pengoperasian PLTS terapung ini dapat terlaksana atas kerja sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral [ESDM], Kementerian Badan Usaha Milik Negara [BUMN], PT PLN Persero, serta Masdar dari Uni Emirate Arab. 

Keberadaan PLTS ini, kata Jokowi, akan menambah pasokan listrik yang saat ini berkapasitas 1.000MW.

"Di Cirata ini sudah ada PLTA dengan kapasitas 1.000 MW dan sekarang ditambah dengan PLTS Terapung sebesar 192 MWp. Ke depan, kalau dimaksimalkan bisa  menambah kurang lebih 1.000 MWp. Jadi, nanti tenaga airnya bisa untuk energi hijau juga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga mendorong pemanfaatan seluruh potensi energi baru terbarukan [EBT] yang ada di Indonesia. Dengan pemanfaatan teknologi yang ada saat ini, Presiden pun optimistis Indonesia dapat mengatasi tantangan dalam pengembangan energi baru terbarukan.

"Misalnya, di pembangkit surya ini juga ada pembangkit angin, dalam prosesnya ada tantangan cuaca memang, tapi bisa kita atasi dengan membangun smart grid, sehingga meskipun cuaca berubah-ubah listriknya tetap stabil. Tantangan lokasi potensi energi baru terbarukan yang jauh dari pusat kebutuhan listrik juga bisa kita atasi. Kita bisa bangun solusinya dengan transmission line dan yang nantinya setiap potensi EBT di Sumatra, di Kalimantan, dan Sulawesi bisa kita salurkan ke pusat-pusat ekonomi," tandasnya.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup