BANDUNG - Sejumlah mahasiswa Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) lingkup Kementerian Pertanian RI menyumbang tiga medali emas dan dua perak bagi Provinsi Banten pada Festival Olahraga Rekreasi Nasional [Fornas] ke-VII tahun 2023. Fornas berlangsung di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.
Didampingi Wakil Direktur I PEPI Serpong, Andy Saryoko mewakili Direktur Muharfiza, empat mahasiswa PEPI Serpong meraih prestasi gemilang pada Fornas 2023.
Tiga medali emas diraih masing-masing oleh Gilbert Yobel Samosir pada Randori/Semi Kempo kelas 60 kg; dan M Akbar Shidiq merebut dua emas yakni cabang Self Defence dan Randori/Semi Kempo Bebas.
Sementara dua perak perolehan mahasiswa PEPI Serpong, masing-masing diraih oleh Marsudi pada cabang Randori 50 kg dan Awanda Badu pada Randori 65 kg.
Capaian mahasiswa PEPI Serpong, sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo bahwa ´orang yang berprestasi adalah sosok yang fokus pada apa yang menjadi fungsi, peranan dan tanggung jawabnya.´
"Penghargaan itu sebenarnya sebuah pesan yang menyampaikan kepada kita, bahwa ada sesuatu yang telah diupayakan secara maksimal dengan penuh kesungguhan,” katanya.
Mentan Syahrul menambahkan, petani-petani muda harus bisa mengambil peran dalam pengembangan pertanian guna menumbuhkan semangat generasi millenial.
"Harapannya melalui generasi milenial itu akan muncul inovasi-inovasi lain yang mendorong pertanian modern, sehingga swasembada pangan di negara kita nantinya benar-benar terwujud," katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi pada beberapa kesempatan menyatakan bahwa mahasiswa Polbangtan merupakan kandidat petani milenial dan wirausahawan muda pertanian terdidik yang menjadi harapan bangsa dan negara.
"Mulai saat ini harus kita didik dan mempersiapkan serta menggenjot mental, ilmu, keterampilan dan lain-lain, agar mereka menjadi petani yang terampil, tangguh dan profesional,” kata Dedi Nursyamsi.
Menurutnya, BPPSDMP Kementan senantiasa mengajak instan pertanian untuk terus berinovasi dalam bidang pertanian seperti memanfaatkan potensi sekitar untuk dikembangkan menjadi bisnis yang baru.
“Sebagai kaum muda, harus mampu manfaatkan kreatifitas dan teknologi untuk berinovasi menemukan hal hal baru dan bisnis baru, kata Dedi Nursyamsi.
Direktur PEPI Serpong, Muharfiza menekankan tentang pentingnya komitmen PEPI mendukung upaya Kementan mengembangkan pertanian maju, mandiri dan modern.
"Visi dan misi kami, mendukung Kementan menyiapkan SDM pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani," katanya.
Sementara Wakil Direktur I Andy Saryoko yang juga perwakilan Ketua Badan Kempo Indonesia Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa olahraga rekreasi yang sudah jarang dikenal oleh masyarakat.
"Diharapkan dengan adanya Fornas, olahraga rekreasi tersebut dapat dikenal oleh masyarakat, dengan meningkatkan partisipasi serta dapat terjalin dan meningkatnya hubungan sosial," katanya.
Andy Saryoko menambahkan, kegiatan ekstrakurikuler Kempo adalah non pelajaran formal yang dilakukan mahasiswa PEPI, umumnya di luar jam belajar kurikulum standar.
Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler ditujukan agar mahasiswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di luar bidang akademik.
“Ini adalah saat yang tepat untuk mengenalkan PEPI sebagai salah satu perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Pertanian," kata Andy Saryoko.
Sebagai perguruan tinggi yang mencetak job creator dan job seeker, dia memastikan PEPI mempunyai peran strategis yang perlu dikenalkan kepada masyarakat luas. [andriawan/timhumaspepiserpong]