26 April 2026
Sosial

Piala Dunia U20 di Indonesia Batal jadi Sorotan Media Internasional

post-img
DICABUT FIFA: Unjuk rasa di Jakarta oleh kelompok Islam yang menentang kehadiran timnas Israel pada Piala Dunia U20, karena praktik Zionis Isreal di Palestina yang merupakan komitmen Indonesia bagi kemerdekaan Palestina. [Foto: MailOnline]

FIFA MENCORET Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 di tengah penolakan hadirnya timnas Isreal di Indonesia, pada Rabu [29/3]. FIFA mengumumkan telah mencoret Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 menyusul protes sejumlah pihak di tanah air yang menentang partisipasi timnas Israel.

Keputusan tersebut mengacu "keadaan saat ini", kata FIFA dalam pernyataan resminya tanpa merinci lebih lanjut.
 
"Tuan rumah baru akan diumumkan sesegera mungkin, dengan tanggal turnamen saat ini tidak berubah," tambahnya.

Pengundian untuk turnamen 24 tim yang dimulai pada 20 Mei sedianya akan diadakan pada Jumat di Bali, tetapi FIFA membatalkan acara tersebut pekan lalu tanpa memberikan alasan atau menetapkan tanggal baru.

Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal, dan dukungan untuk perjuangan Palestina di negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia tersebut semakin tinggi tensinya, memicu penentangan sejumlah pihak di Indonesia untuk menentang kehadiran timnas Israel.

Selain seruan Gubernur Bali I Wayan Koster agar Israel dikeluarkan dari turnamen, sekitar seratus demonstran Muslim melakukan unjuk rasa di Jakarta belum lama ini untuk menolak kehadiran Israel.

Pejabat Indonesia awal pekan ini mengatakan kegagalan menjadi tuan rumah Piala Dunia dapat mengakibatkan sanksi yang akan membuat Indonesia dilarang mengikuti kompetisi sepak bola internasional lainnya termasuk kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia.

Pejabat Indonesia menyatakan pembatalan tersebut mengakibatkan kerugian ekonomi bagi Indonesia hingga triliunan rupiah seperti dilansir MailOnline.

Sanksi Menanti Indonesia
FIFA menambahkan bahwa potensi sanksi terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) "juga dapat diputuskan pada tahap selanjutnya".

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Setelah menyampaikan surat dari (Indonesia) Presiden Jokowi, dan berbicara panjang lebar dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino, kita harus menerima keputusan FIFA untuk membatalkan penyelenggaraan acara yang kita nantikan bersama," kata Erick Thohir, Ketua Umum PSSI usai pembicaraan di Doha.

"Indonesia adalah anggota FIFA, jadi untuk urusan sepak bola internasional, kita harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. FIFA menganggap situasi saat ini tidak bisa dilanjutkan, kita harus tunduk," kata Erick Tohir.

“Kita harus kuat. Saya meminta semua pecinta sepak bola untuk tetap menegakkan kepala atas keputusan berat FIFA ini. Karena saya berpendapat, karena itu, inilah saatnya kita harus membuktikan kepada FIFA untuk bekerja lebih keras lagi. mengubah sepak bola, menuju sepak bola bersih dan prestasi."

Indonesia belum pernah bermain di turnamen tersebut sejak 1979. Indonesia secara otomatis lolos ke turnamen sebagai tuan rumah tetapi sekarang akan kehilangan tempat itu dari tuan rumah baru setelah dipilih.

Itu akan menjadi turnamen sepak bola besar pertama yang diselenggarakan oleh Indonesia.

Pembatalan juga disinyair terjadi setelah Tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022 yang menewaskan 135 orang di Malang, Jawa Timur, salah satu bencana terburuk dalam sejarah olahraga Indonesia.

"FIFA ingin menggarisbawahi bahwa terlepas dari keputusan ini, tetap berkomitmen untuk aktif membantu PSSI, bekerja sama erat dan dengan dukungan pemerintah, dalam proses transformasi sepak bola Indonesia pasca tragedi yang terjadi pada Oktober 2022.

Israel lolos ke turnamen tersebut untuk pertama kalinya menyusul perjalanan mereka ke final Kejuaraan U-19 Eropa tahun lalu, di mana mereka menjadi runner-up di bawah Inggris.

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup