27 April 2026
peristiwa

Menkes Temukan Senyawa Kimia Berbahaya di Pasien Gagal Ginjal Anak

post-img
WABAH PENYAKIT: Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat memberikan keterangan pers beberapa waktu lalu. (Foto: Setkab RI)

JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap awal mula kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal atau gagal ginjal akut ditemukan di Indonesia pada Agustus lalu.

“Ketika ada kenaikan kita mulai melakukan penelitian ini penyebab apa,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (21/10).

Semula Kemenkes mengira kasus yang menyerang mayoritas usia anak di bawah lima tahun itu disebabkan oleh infeksi organisme kecil atau patogen.

“Yang membuat kita agak terbuka adalah karena ada kasus di Gambia, 5 Oktober WHO keluarkan rilis ada kasus, dan ini disebabkan oleh senyawa kimia,” ucap Budi, dikutip dari laman Indonesiaparlemen.

Budi menjelaskan senyawa EG dan DEG yang masuk ke tubuh berubah menjadi asam oksalat yakni zat yang berbahaya bagi tubuh.

“Kalau masuk ke ginjal bisa jadi kalsium oksalat. Kristal kecil yang tajam-tajam di ginjal balita sehingga rusak ginjalnya,” jelas Budi.

Sebagai informasi, total kumulatif kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia mencapai 241 orang per Selasa (18/10). Dari ratusan kasus itu, 133 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup