SUMENEP - Kapal Layar Motor (KLM) Kembang Kurma dikabarkan hilang kontak setelah menempuh tiga jam perjalanan laut dari Pulau Sapeken, Sumenep menuju Pelabuhan Boom, Banyuwangi.
Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti mengatakan, kapal yang bertolak dari Sapeken mengalami mati mesin iduk kapal, setelah tiga jam perjalanan.
"KLM Kembang Kurma melanjutkan perjalanan menggunakan mesin bantu. Ternyata lima jam berikutnya, mesin bantu juga mati," kata Widiarti, Selasa (19/7).
Tak berselang lama, ABK berhasil menghubungi saudara di Banyuwangi untuk meminta bantuan. Mendengar informasi tersebut, KLM Anugerah 699 yang dinahkodai Saihan langsung bertolak dari Pelabuhan Boom menuju lokasi KLM Kembang Kurma di Perairan Pandean Banyuwangi.
“KLM Kembang Kurma akhirnya ditemukan oleh KLM Anugerah 699 pada Senin (18/7). Seluruh kru kapal selamat. Muatan kapal juga bisa diselamatkan,” terang Widiarti.
Pada Senin sore, KLM Kembang Kurma ditarik oleh KLM Anugerah 699 hingga bersandar di Pelabuhan Boom Banyuwangi dengan selamat.
“Pagi tadi kapal sudah sandar di Pelabuhan Boom. Nahkoda dan seluruh ABK dalam keadaan selamat. Seluruh muatan juga lengkap,” ujar Widiarti.