27 April 2026
peristiwa

Desa di Ponorogo Terapkan Lockdown Cegah Wabah PMK Meluas

post-img
PENYAKIT MENULAR: Wabah penyakit mulut dan kuku makin meluas di Kabupaten Ponorogo, sehingga salah satu menerapkan lockdown hewan ternak demi mencegah meluasnya PMK.

PONOROGO - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang merajalela menyerang hewan ternak di Kabupaten Ponorogo, membuat Pemerintah Desa (Pemdes) Krisik Kecamatan Pudak menerapkan lockdown lokal hewan ternak sapi.

“Lockdown menghindari mobilitas ternak ini sudah kita terapkan sejak seminggu yang lalu,” kata Kepala Desa Krisil Erwan Santoso, Kamis (9/6).

Penerapan lockdown atau penguncian sementara bukan tanpa sebab. Warga Krisik kelimpungan mendapati masifnya penularan PMK ke ternak sapi mereka. Dengan penarapan lockdown itu, ternak sapi dari luar desa dilarang masuk. Sebaliknya, sapi dari desa diisolasi sementara di kandang masing-masing warga.

“Ini salah satu upaya kita untuk menekan persebaran PMK di Desa Krisik supaya tidak semakin meluas,” katanya.

Selain penerapan lockdown ternak, Pemdes Krisik juga melakukan upaya pengobatan terhadap sapi-sapi yang terkena PMK. Tentu pengobatan tersebut juga didukung oleh tim medis. Kendala yang dihadapi saat ini, kata Erwan yakni distribusi obat yang tidak cepat, berpotensi menghambat penanganan.

“Ada yang kena, tetapi tidak bisa langsung ditangani, ya lambatnya distribusi obat,” ungkap Erwan.

Erwan menambahkan ada sekitar 200 ekor sapi di desanya yang saat ini bergejala PMK. Hampir setiap hari ada saja warga yang melaporkan sapi miliknya yang bergejala PMK. Menurutnya, penularan PMK ini terhadap sapi-sapi yang ada di desanya sangat cepat.

“Hampir setiap hari ada saja laporan dari warga yang sapinya terkena PMK. Saking heran dan cepatnya penularan, ya kita upayakan lockdown ini. Semoga wabah PMK ini segera berakhir,” pungkasnya.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup