27 April 2026
peristiwa

Wabah PMK, Peternakan Sapi Perah Anjlok di Pasuruan

post-img
PENYAKIT: Peternakan sapi perah yang mengalami kerugian dikarenakan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di Pasuruan.

PASURUAN - Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) semakin meluas, sebanyak enam ekor sapi yang mengidap PMK dilaporkan meninggal dunia.

Tiga sapi bergejala PMK yang mati berada di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Sementara tiga ekor sapi lainnya dikabarkan mati di Kecamatan Lumbang, Pasuruan.

Kepala Desa Balunganyar, Soleh mengatakan dalam satu minggu terkahir ini banyak sapi yang sakit. Dirinya juga mengatakan jika di wilayahnya sudah ada 50 sapi yang mendadak sakit bahkan sampai lumpuh.

“Sudah semingguan ini banyak sapi sakit, gejalanya mirip PMK. Jumlahnya ada sekitar 50 ekor sapi,” ujar Soleh.

Soleh juga menjelaskan bahwa setiap harinya banyak ternak warga yang sakit, khususnya sapi. Sehingga menyebabkan tiga ternak sapi warga tidak bisa bertahan hidup. Saat ini, Soleh sudah malaporkan kasus kematian ternak ke Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Pasuruan.

“Saya sudah melaporkan kasus ini ke dinas terkait, dan sudah didatangi. Tapi kami terus mengupayakan penyemprotan sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Ersan, warga desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan jika dirinya takut ekonomi para peternak sapi lumpuh. Hal ini dibuktikan dengan produksi susu perah sapi yang anjlok hingga nol persen.

Menurut Ersan, sapi yang bergejala PMK di wilayahnya kebanyakan dari jenis sapi perah. Akibat banyak sapi yang sakit, warga mengeluhkan produksi susu sapi yang menurun drastis.

“saat ini saja produksi susu tidak berjalan sama sekali. Jadi kami juga takut ekonominya akan anjlok, lalu bagaimana nasib para peternak sapi perah,” ungkapnya.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup