05 April 2026
peristiwa

Lima Remaja Nangis Saat Tertangkap Tawuran

post-img
BULAN PUASA: Lima remaja menangis depan orang tua usai ditangkap saat tawuran. (foto: beritajatim)

Jatim - Puluhan remaja terlibat aksi tawuran di bulan Ramadhan menggunakan sarung dengan ujung diberi batu dan gir.

Insiden tersebut berlangsung di Jalan Bogangin, Jumat, (07/04), sekitar pukul 23.00 WIB. Selain menggunakan sarung, beberapa remaja juga membawa kayu, besi, dan pentungan.

Salah satu saksi, Rizal, mengatakan aksi tawuran tersebut langsung buyar usai petugas kepolisian datang. Ia juga melihat ada sekitar lima remaja yang ditangkap.

“Ada 5 orang anak yang ditangkap. Infonya, anak Wiyung, Balas Klumprik dan Bogangin,” kata Rizal, Sabtu (09/04).

Kapolsek Karang Pilang, Komisaris Eko Sudarmanto, membenarkan adanya pembubaran aksi tawuran tersebut. Ia juga tak menyanggah ada lima remaja yang diamankan.

Usai ditangkap, kelima anak tersebut diberi pembinaan oleh petugas. Selain itu, orangtua para pelaku dipanggil untuk menjemput mereka di Mapolsek Karang Pilang.

Saat bertemu dengan orangtuanya, merekalangsung bersimpuh meminta maaf. Kelimanya langsung menangis dan berjanji tidak mengulangi aksi tawuran kembali.

“Kita lakukan pembinaan, karena adik-adik ini bukan pelaku utama. Dia hanya ikut-ikutan saja. Tadi bersama 3 pilar kami panggil orang tua mereka, dan kami berikan arahan,” kata Joko.

Eko mengimbau kepada seluruh orang tua, supaya memperhatikan anaknya yang hendak melakukan aktifitas di saat malam hari, hal ini untuk menghindari terlibat tawuran dan menjadi korban aktivitas tersebut.

“Tadi juga saya sampaikan, supaya para orang tua mengawasi kegiatan anak-anaknya. Jangan sampai mereka jadi korban, karena anak adalah aset,” tutupnya.

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup