Jatim (Kepo) - Kejadian kecelakaan lalu lintas (laka lantas) tabrak lari terjadi di Ponorogo, di jalan jurusan Ponorogo-Siman-Jetis. Laka lantas yang menyebabkan 2 korban jiwa itu terjadi pada Senin (4/4) dini hari.
Kanit Penegakan Hukum (Gakum) Satlantas Polres Ponorogo Ipda Immanuddin menjelaskan laka lantas ini terjadi antara dua sepeda motor, dimana yang satu sepeda motor tidak dikenal berikut dengan yang mengemudikannya. Sedangkan yang satunya sepeda motor Honda C70 tanpa TNKB, dikemudikan oleh Edi Susilo (34) dengan membonceng Muh Sigit Tri Santoso (28).
Keduanya meninggal di tempat kejadian perkara (TKP), dan merupakan warga Desa Demangan Kecamatan Siman Ponorogo.
“Saat kejadian kedua korban tidak memakai helm dan berbau alkohol dan meninggal dunia di lokasi,” kata Ipda Immanuddin, Senin (4/4/2022).
Imam menjelaskan kronologis berawal saat sepeda motor tidak dikenal dikemudikan seseorang yang belum diketahui identitasnya, datang dari arah utara ke selatan kecepatan sekitar 50 km/jam. Nah, dari arah berlawanan juga melaju honda C70 yang dikemudikan oleh Edi Susilo berpenumpang Muh Sigit Tri Santoso.
Saat di lokasi kejadian, kedua sepeda motor ini serempetan, yang menyebabkan kedua sepeda motor terjatuh.
“Sepeda motor yang tidak dikenal ini pengemudinya juga ikut terjatuh tetapi mungkin tidak parah, sehingga bisa melarikan diri. Sedangkan sepeda motor yang berboncengan mengalami luka parah yang menyebabkan keduanya meninggal dunia,” katanya.
Korban Edi Susilo mengalami luka kepala pecah, dahi lecet, pelipis kanan robek, hidung keluar darah, tangan kanan dan lutut kaki kanan lecet. Sementara yang dibonceng Muh Sigit Tri Santoso mengalami luka kepala pecah, hidung keluar darah. Keduanya meninggal dunia TKP.
“Kecelakaan terjadi karena faktor human error. Pengemudi sepeda motor tidak dikenal tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas,” ungkap Imam.
Untuk mengetahui pelakunya, pihak kepolisian kembali melakukan penyelidikan hari ini. Yakni dengan melihat rekaman CCTV mulai dari utara TKP hingga ke selatan TKP.
“Kondisi pasca kejadian masih gelap. Kita lakukan penyelidikan di siang hari untuk mengecek rekaman CCTV,” pungkasnya.