04 November 2026
Pertanian

Capaian Belajar, 54 Siswa SMK-PP Kementan Ikuti TKA 2026 di Banjarbaru

post-img
SMKPPN BANJARBARU: Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri A. P [insert, kanan atas] mengatakan kegiatan TKA yang berlangsung empat hari, bagian dari evaluasi capaian pembelajaran sekaligus upaya meningkatkan mutu pendidikan vokasi pertanian. Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan perbaikan bagi satuan pendidikan.

BANJARBARU (Kepopedia) - Sebanyak 54 siswa kelas XII SMK Pertanian Pembangunan Negeri (SMKPP N) Banjarbaru mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) Gelombang II Tahun 2026.

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan pelaksanaan TKA merupakan bagian dari kebijakan evaluasi pendidikan yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Kegiatan TKA sejalan dengan Kementerian Pertanian RI (Kementan) memperkuat pendidikan vokasi guna menghasilkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten, produktif dan berdaya saing.

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, kemajuan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi dan sarana prasarana, juga oleh kualitas SDM yang unggul dan kompeten.

“Penguatan SDM pertanian menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern," katanya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya pendidikan vokasi membentuk generasi muda pertanian berkualitas dan berdaya saing.

"Pendidikan vokasi tidak hanya membekali peserta didik dengan keterampilan teknis, juga membangun karakter, kedisiplinan, integritas, dan kemampuan berpikir kritis,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa evaluasi pembelajaran merupakan bagian penting menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan vokasi. 

SMKPPN Banjarbaru

Kepala SMKPPN Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana mengatakan kegiatan TKA yang berlangsung empat hari, menjadi bagian dari evaluasi capaian pembelajaran sekaligus upaya meningkatkan mutu pendidikan vokasi pertanian.

"Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan perbaikan bagi satuan pendidikan, baik dalam meningkatkan proses pembelajaran maupun mempersiapkan lulusan yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," katanya.

Pelaksanaan TKA di SMK-PP Negeri Banjarbaru diikuti 54 siswa kelas XII Tahun Ajaran 2026/2027. Ujian berlangsung empat hari, 2 - 5 November di dua ruang Laboratorium Komputer di kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru.

Sekolah tersebut mengikuti TKA Gelombang II dengan mengujikan tiga mata pelajaran wajib, yakni Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Selain itu, siswa juga mengikuti dua mata pelajaran pilihan sesuai dengan pilihan masing-masing.

Menurut Angga Tri, keikutsertaan SMK-PP Negeri Banjarbaru pada kegiatan TKA menjadi salah satu langkah, untuk memetakan kemampuan akademik peserta didik dan memperoleh gambaran mengenai efektivitas proses pembelajaran di sekolah.

Evaluasi Kemampuan

Pendidikan vokasi pertanian harus terus diperkuat agar mampu mencetak generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter dan siap menghadapi tantangan pembangunan pertanian ke depan.

Di tingkat satuan pendidikan, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri, menyampaikan dukungan dan motivasi kepada seluruh peserta didik yang mengikuti TKA, diharapkan para siswa dapat menjalani tes dengan lancar dan memperoleh hasil terbaik.

“Selamat mengikuti Tes Kemampuan Akademik Tahun 2026 untuk murid-murid kelas XII. Mudah-mudahan seluruh rangkaian tes berjalan lancar dan mendapatkan hasil terbaik,” katanya.

Menurut Angga Tri, pelaksanaan TKA tidak hanya menjadi sarana untuk mengukur kemampuan akademik siswa, juga bahan evaluasi bagi sekolah menilai keberhasilan proses pembelajaran.

“TKA ini dilaksanakan selama empat hari. Hasilnya merupakan bahan pembelajaran bagi semua pihak, bukan hanya murid, juga sekolah," katanya lagi.

Refleksi Kualitas

Angga Tri menambahkan, dari hasil TKA, maka sekolah dapat memetakan sejauh mana program pembelajaran telah mengantarkan peserta didik mencapai kompetensinya. 

"Hasil tersebut akan menjadi refleksi untuk melakukan perbaikan pembelajaran pada tahun berikutnya,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan TKA, ungkap Angga Tri, SMK-PP Negeri Banjarbaru berharap memperoleh gambaran menyeluruh mengenai capaian akademik peserta didik sekaligus menjadikannya sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 

"Dengan demikian, pendidikan vokasi pertanian tidak hanya menghasilkan lulusan yang terampil secara teknis, juga memiliki kemampuan akademik, karakter dan daya saing untuk mendukung pembangunan sektor pertanian. [Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup