08 Agustus 2026
Pertanian

Mahasiswa Faperta Unila Lampung Elaborasi Inovasi Hortikultura Modern BBPP Lembang

post-img
BBPP LEMBANG: Kakel Penyelenggaraan Pelatihan, Ridwan Wardiana dan Katimker Program dan Kerjasama, Yanissa NK mewakili Plt Kepala BBPP Lembang, Adi Destriadi Sutisna pada `Seminar Hasil PKL Mahasiswa Unila Lampung pada Inkubator Agribisnis BBPP Lembang di Bandung Barat, Jabar.

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Kementerian Pertanian RI (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang menggelar ´Seminar Hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL) Mahasiswa Universitas Lampung (Unila)´ di BBPP Lembang, Kabupaten Bandung Barat di Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada pada Kamis (30/7).

Plt Kepala BBPP Lembang, P. Adi Destriadi Sutisna mengatakan kegiatan PKL dari mahasiswa Unila menghasilkan sejumlah penelitian terapan yang dipresentasikan pada Seminar Hasil PKL.

Kegiatan tersebut sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kolaborasi antara Kementan dan perguruan tinggi merupakan langkah strategis mempercepat transformasi pertanian Indonesia.

"Sinergi dunia pendidikan dan sektor pertanian menjadi fondasi penting dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, inovatif, serta mampu mempercepat modernisasi pertanian menuju swasembada pangan yang berkelanjutan," katanya.

Senada hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti menekankan bahwa pembelajaran berbasis praktik menjadi bagian penting mencetak generasi muda pertanian yang profesional.

"Mahasiswa harus memperoleh pengalaman belajar yang nyata melalui penerapan inovasi dan teknologi di lapangan sehingga mampu menjadi SDM pertanian yang adaptif, kompeten, dan siap menjawab tantangan pembangunan pertanian masa depan," katanya.

BBPP Lembang

Plt Kepala BBPP Lembang, P. Adi Destriadi Sutisna mengatakan, selama 40 hari pelaksanaan PKL di BBPP Lembang, mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) Unila untuk Prodi Teknik Pertanian terlibat berbagai kegiatan budidaya hortikultura modern di Inkubator Agribisnis BBPP Lembang. 

Eka Wulandari mempresentasikan penelitian berjudul ´Proses Pembuatan Sorbet Cabai (Capsicum annuum L.) dengan Variasi Perbandingan Cabai Merah Tanjung dan Cabai Merah Keriting´ di BBPP Lembang.

Penelitian tersebut menunjukkan, diversifikasi cabai menjadi produk sorbet yang berpotensi meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura, memperpanjang umur simpan hasil panen serta menjadi alternatif pengolahan pascapanen untuk mengurangi kerugian akibat fluktuasi harga dan sifat cabai yang mudah rusak. 

Selain itu, variasi penggunaan cabai merah tanjung dan cabai merah keriting mampu menghasilkan karakteristik rasa, warna, aroma, dan tekstur yang dapat diterima konsumen.

Irigasi Tetes

Selanjutnya, Heni Kurniawati memaparkan penelitian berjudul ´Penerapan Sistem Irigasi Tetes dalam Budidaya Melon (Cucumis melo L.) di Screen House´ BBPP Lembang.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem irigasi tetes mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air dan nutrisi melalui sistem fertigasi, menjaga kestabilan pH dan Electrical Conductivity (EC) larutan nutrisi serta mendukung pertumbuhan tanaman hingga menghasilkan buah melon yang berkualitas. 

Teknologi tersebut juga menjadi salah satu model budidaya hortikultura modern yang efisien, hemat air, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Amelia Ayu Larasati mempresentasikan penelitian berjudul "Budidaya Kentang (Solanum tuberosum L.) G0 Varietas Granola dengan Sistem Aeroponik di Screen House Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang." 

Lingkungan Budidaya

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa teknologi aeroponik mampu menciptakan lingkungan budidaya yang lebih terkontrol melalui pengelolaan nutrisi, sanitasi, dan pemeliharaan instalasi sehingga menghasilkan benih kentang G0 yang sehat, seragam, dan bermutu tinggi. 

Sistem tersebut juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi produksi benih sekaligus meminimalkan risiko serangan penyakit pada tanaman.

Seminar berlangsung interaktif melalui sesi diskusi antara mahasiswa, pembimbing lapangan, dan Widyaiswara BBPP Lembang. 

Sejumlah masukan diberikan menjadi penyempurna laporan PKL sekaligus mendorong pengembangan hasil penelitian agar dapat diterapkan lebih luas di sektor pertanian.

Seminar Hasil

Plt. Kepala BBPP Lembang, P. Adi Destriadi Sutisna mengatakan Seminar Hasil PKL menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil penelitian sekaligus memperkuat sinergi perguruan tinggi dengan Kementan mendorong lahirnya inovasi pertanian berbasis teknologi.

"Melalui PKL, mahasiswa memperoleh kesempatan belajar langsung di lapangan, mengintegrasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik pertanian modern, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sektor pertanian nasional," katanya.

Melalui pelaksanaan PKL dan Seminar Hasil, BBPP Lembang bersama Unila terus memperkuat sinergi dunia pendidikan tinggi dan Kementan, untuk menghasilkan inovasi, meningkatkan kualitas SDM pertanian, mendukung percepatan transformasi menuju pertanian Indonesia yang maju, modern, dan berkelanjutan. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup