BOGOR (Kepopedia) - Sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) yang khusus membidangi pengembangan SDM bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, terus berperan aktif mencetak tenaga kesehatan hewan yang kompeten dan profesional.
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan salah satu upayanya pada kegiatan ´Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Sertifikasi Kompetensi Paramedik Veteriner Pengendalian Penyakit´ bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Diploma III Kesehatan Hewan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor pada Selasa (19/5).
Peningkatan kualitas SDM pertanian sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya penguatan kompetensi dan legalitas profesi di sektor pertanian dan peternakan.
“SDM vokasi pertanian harus memiliki standar keahlian yang diakui secara nasional maupun internasional demi menjaga kesehatan hewan dan memperkuat ketahanan pangan,” katanya.
Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menyampaikan, Sertifikasi Kompetensi menjadi langkah strategis menciptakan lulusan vokasi yang siap kerja dan mampu bersaing di dunia industri.
“Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya kuat secara akademik, juga memiliki kompetensi yang teruji dan diakui secara profesional," katanya.
BBPKH Cinagara
Kepala BBPKH Cinagara, Inneke Kusumawaty mengatakan kegiatan Sertifikasi Kompetensi menjadi bagian dari penguatan kualitas lulusan vokasi pertanian agar memiliki kompetensi teknis dan legalitas profesi sesuai kebutuhan dunia kerja serta industri veteriner yang terus berkembang.
"Sertifikasi kompetensi menjadi jaminan mutu lulusan pendidikan vokasi pertanian,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, ungkap Inneke Kusumawaty, mahasiswa mendapat pembekalan materi terkait regulasi kesehatan hewan, penerapan biosekuriti hingga prosedur pengendalian penyakit hewan menular.
"Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti sesi praktikum intensif untuk mengasah keterampilan klinis di lapangan," katanya lagi.
Inneke Kusumawaty menambahkan, penguatan keterampilan teknis dan klinis menjadi bagian penting mencetak SDM kesehatan hewan yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan industri veteriner.
Diagnosis Penyakit
Kegiatan Bimtek menghadirkan narasumber sekaligus praktisi dari BBPKH Cinagara, Nafrina Lanniari.
Praktikum meliputi pemeriksaan fisik hewan ruminansia dan unggas, teknik pengambilan sampel darah (phlebotomy), preparasi sampel laboratorium, teknik pengobatan hingga praktik nekropsi unggas untuk mendukung diagnosis penyakit secara akurat.
“Dunia kerja veteriner saat ini membutuhkan tenaga paramedik yang tidak hanya memahami teori, juga keterampilan teknis yang kuat dan siap bekerja sesuai standar profesi," kata Nafrina Lanniari.
Menurutnya, mahasiswa dibekali pengalaman praktis agar lebih siap menghadapi sertifikasi kompetensi maupun tantangan di lapangan.
Antusiasme mahasiswa terlihat tinggi selama mengikuti sesi teori maupun praktik, Polbangtan Bogor dan BBPKH Cinagara berkomitmen mencetak lulusan kesehatan hewan kompeten, tersertifikasi, dan siap berkontribusi mendukung pembangunan subsektor peternakan dan kesehatan hewan nasional. [yudi/timhumas bbpkhcinagara]