BOGOR (Kepopedia) - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor kembali menunjukkan komitmennya mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang siap terjun ke dunia kerja pada kegiatan ´Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian´ selama tiga hari, 8 - 10 Mei 2026, di Kampus Cibalagung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan kegiatan ´Sertifikasi Kompetensi Penyuluh Pertanian´ diikuti 104 mahasiswa dari Program Studi Agribisnis Hortikultura (AGH), Teknologi Mekanisasi Pertanian (TMP), dan Kesehatan Hewan (Keswan) dinyatakan kompeten.
Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, sektor pertanian membutuhkan generasi muda yang tidak hanya memiliki semangat, juga kompetensi yang terukur dan siap diterapkan di lapangan.
“Pertanian Indonesia membutuhkan SDM unggul yang siap kerja dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah. Sertifikasi kompetensi sangat penting untuk memastikan lulusan benar-benar memiliki kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan bahwa penguatan kompetensi mahasiswa vokasi pertanian merupakan investasi penting mendukung regenerasi petani dan penyuluh pertanian di Indonesia.
“Kami terus mendorong pendidikan vokasi pertanian menghasilkan lulusan profesional, adaptif dan kompeten. Sertifikasi menjadi bukti kesiapan mahasiswa Polbangtan Bogor terjun langsung mendampingi petani di lapangan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Muhammad Amin menilai sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah yang sangat penting bagi lulusan perguruan tinggi vokasi.
Menurutnya, dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga pengakuan kompetensi profesi.
Polbangtan Bogor
Kegiatan sertifikasi tersebut menjadi salah satu langkah strategis yang diinisiasi oleh Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto, guna mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, khususnya mendukung kebutuhan tenaga penyuluh pertanian di berbagai daerah di Indonesia.
Yoyon Haryanto mengatakan dalam pelaksanaannya, sertifikasi kompetensi dibagi ke dalam dua skema yakni Skema Penyuluh Pertanian Supervisor Pertama yang diikuti oleh 36 asesi dan Skema Penyuluh Pertanian Fasilitator Terampil dengan jumlah 68 asesi.
"Untuk memastikan kualitas penilaian, Polbangtan Bogor menghadirkan sembilan asesor profesional yang ahli dan berpengalaman di bidang penyuluhan pertanian," katanya.
Melalui sertifikasi kompetensi, mahasiswa memiliki bekal lebih kuat untuk bersaing dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional. Sertifikasi juga bentuk keseriusan Polbangtan Bogor menjaga kualitas lulusannya.
Suasana pelaksanaan sertifikasi berlangsung serius namun penuh semangat. Para asesi mengikuti berbagai tahapan uji kompetensi mulai dari observasi, wawancara, hingga praktik lapangan sesuai standar profesi penyuluh pertanian. Hasilnya, seluruh peserta berhasil dinyatakan kompeten.
Kebutuhan Penyuluh
Yoyon Haryanto menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya kampus menjawab kebutuhan tenaga penyuluh yang terus meningkat di berbagai wilayah Indonesia.
“Kami ingin seluruh lulusan Polbangtan Bogor memiliki daya saing tinggi dan mampu terserap di dunia kerja, khususnya sebagai penyuluh pertanian profesional," katanya.
Sertifikasi kompetensi, ungkap Yoyon Haryanto, menjadi langkah penting agar lulusan memiliki standar kemampuan yang diakui.
Dia juga mengungkapkan rasa syukur atas hasil pelaksanaan sertifikasi tahun ini. “Alhamdulillah seluruh asesi dinyatakan kompeten. Ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa di Polbangtan Bogor."
Melalui kegiatan tersebut, Polbangtan Bogor kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan vokasi pertanian yang tidak hanya mencetak lulusan, juga menyiapkan tenaga profesional yang siap mendukung kemajuan pertanian Indonesia. [wisda/timhumas pilbangtanbogor]