21 April 2026
Pertanian

Kunjungan Edukatif, Kementan Tumbuhkan Minat Gen Z pada Pertanian

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan kunjungan pelajar merupakan investasi jangka panjang. Menarik minat generasi muda sekaligus membekali mereka dengan keterampilan inovatif. Pertanian harus didukung kalangan milenial dan pemerintah senantiasa mendorong regenerasi petani.

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Sebanyak 212 siswa/i Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sirojul Athfal mengikuti kunjungan studi lapangan (Field Trip) ke Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan dari Kementerian Pertanian RI (Kementan) di Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (16/4).  

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengatakan bahwa Kunjungan Edukatif berupa Field Trip tersebut menjadi bagian dari upaya Kementan mendorong regenerasi petani melalui pengenalan praktik agribisnis modern sejak dini kepada para pelajar.

Kunjungan Edukatif sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Untuk mencapai hal tersebut, peran petani muda sangat dibutuhkan sebagai motor penggerak,” katanya.

Senada hal itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda pada sektor pertanian.

“Pertanian harus didukung kalangan milenial. Pemerintah terus mendorong regenerasi petani yang berdampak pada peningkatan sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya.

BBPP Batangkaluku
Dalam kegiatan tersebut, para siswa dibagi ke dalam tiga sesi praktik utama. Pada sesi pertama, siswa belajar mengolah jagung manis menjadi produk bernilai tambah berupa es krim.

Sesi kedua diisi dengan praktik pembuatan cheese stick berbahan dasar wortel, sementara pada sesi ketiga siswa mempelajari cara mengolah wortel dan nanas menjadi selai siap konsumsi.

Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyambut antusiasme para peserta dan menilai kegiatan ini sebagai investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia pertanian.

“Kunjungan ini merupakan investasi jangka panjang. Tidak cukup hanya menarik minat generasi muda, tetapi juga perlu membekali mereka dengan keterampilan inovatif,” ujarnya.

Kepala MTs Sirojul Athfal, Muhamad Yusuf, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa.

“Melalui kunjungan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, juga praktik langsung bidang pertanian. Ini sangat inspiratif bagi kami,” tuturnya.

Dia berharap pengalaman tersebut dapat menumbuhkan kecintaan siswa terhadap sektor pertanian sebagai bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa.

Kegiatan yang ditutup dengan sesi foto bersama ini diharapkan mampu membuka wawasan siswa serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan agribisnis Indonesia di masa depan. [chetty/afriski/timhumas bbpplembang]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup