26 Mei 2026
Pertanian

Gerak Nyata BB Pustaka Kementan: Literasi Pertanian Bukan Sekadar Wacana

post-img
BB PUSTAKA: Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho DP diwakili Ketua Tim Layanan Perpustakaan Pertanian, Sutarsyah mengelaborasi tentang pentingnya literasi pertanian, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan petani dan generasi muda terhadap inovasi teknologi pertanian.

 KOTA BOGOR (Kepopedia) - Guna mendorong peningkatan minat baca masyarakat serta memperkuat ekosistem literasi di Indonesia, Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian (BB Pustaka) berpartisipasi pada kegiatan Book Fair 2026, yang berlangsung di Botani Square Bogor pada Rabu (25/3).

Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman terus mendorong eksplorasi dan peningkatan literasi pertanian, sebagai langkah strategis mempercepat swasembada pangan, modernisasi pertanian dan mendukung petani milenial. 

Mendukung Mentan Amran, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengungkapkan bahwa BB Pustaka mampu melakukan transformasi dalam meningkatkan literasi pertanian.

Kepala BB Pustaka, Eko Nugroho Dharmo Putro diwakili Ketua Tim Layanan Perpustakaan Pertanian, Sutarsyah mengungkapkan bahwa pentingnya literasi pertanian sebagai upaya meningkatkan pengetahuan petani dan generasi muda terhadap inovasi teknologi pertanian. 

"BB Pustaka telah melakukan berbagai kegiatan yang dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat umum sebagai wujud nyata dalam perannya sebagai perpustakaan berbasis inklusi," katanya.

Berbagai program unggulan yang telah dilaksanakan, ungkap Sutarsyah, termasuk pengembangan perpustakaan digital, peningkatan kapasitas SDM dan penyebarluasan informasi pertanian kepada masyarakat dan penyuluh di seluruh Indonesia.

BB Pustaka

Guna lebih mendekatkan diri dengan penggunanya, BB Pustaka mengenalkan berbagai koleksinya melalui aksi nyata di masyarakat. Berbagai kegiatan di gelar seperti Bincang cerdas literasi (BCL), Live of Agriculture Virtual Literacy (love), Pustaka Bergerak (Puber).

Beberapa aksi yang pernah dilakukan diantaranya seperti kegiatan puber dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi kosmetik ecoenzym, dan berbagai kegiatan lainnya.

Selanjutnya Pustakawan BB Pustaka, Muhamad Zuhdi mengungkapkan bahwa dalam menghadapi tantangan global perpustakaan harus bertransformasi dengan mengedepankan konsep perpustakaan digital. 

“Melalui literasi yang kuat, diharapkan sektor pertanian mampu beradaptasi dengan tantangan global dan perkembangan zaman," katanya.

Kehadiran BB Pustaka, ungkap Muhamad Zuhdi, memberikan kontribusi penting dalam menyampaikan peran strategis literasi pertanian dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Book Fair 2026

Partisipasi BB Pustaka dalam Book Fair 2026 mendapat respons positif dari peserta yang hadir. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari pengunjung yang menunjukkan tingginya minat terhadap literasi di bidang pertanian.

Dengan keikutsertaan berbagai pihak, termasuk BB Pustaka, Book Fair 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang pameran buku, juga wadah edukasi dan kolaborasi dalam meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia.

Ratusan penerbit turut berpartisipasi dengan menghadirkan beragam koleksi buku dari berbagai bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, hingga pertanian. 

Selain pameran buku, kegiatan juga diisi berbagai agenda menarik seperti bedah buku, diskusi panel, peluncuran buku, serta sesi temu penulis. [ibrahim/shinta/timhumas bbpustakakementan]

 

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup