26 Mei 2026
Pertanian

Kunjungan Siswa, Kementan Regenerasi Petani dengan Kenalkan Modernisasi Pertanian

post-img
BBPP LEMBANG: Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika mengapresiasi kunjungan para siswa SMA Suluh Jakarta, untuk mengenali peran penting pertanian bagi kelangsungan hidup bangsa, terlebih adanya Bonus Demografi menjadi peluang emas bagi Indonesia bagi Indonesia melakukan transformasi pertanian.

BANDUNG BARAT (Kepopedia) - Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan pada Kementerian Pertanian RI (Kementan) memperkenalkan teknologi pertanian bagi 284 siswa SMA Suluh Jakarta yang hadir didampingi sejumlah guru di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat pada Kamis (22/1).

Pada berbagai kesempatan, Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut regenerasi petani merupakan sebuah keharusan. Oleh karena itu, Kementan terus melakukan pembinaan, memfasilitasi sekaligus membuka ruang inovasi bagi petani muda.

“Anak muda kini bukan lagi sekadar penonton dalam pembangunan pertanian nasional. Di tangan generasi muda, pertanian diyakini bisa bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern, produktif dan berdaya saing,” katanya.

Hal senada dikemukakan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti mengatakan regenerasi petani sangat dibutuhkan. Pasalnya, petani-petani saat ini semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit.

“Itulah pentingnya mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan,” katanya. 

BBPP Lembang
Kunjungan siswa SMA Suluh Jakarta diterima secara resmi oleh Kepala BBPP Lembangi, Ajat Jatnika yang mengapresiasi kunjungan para siswa, untuk mengenalkan peran penting pertanian bagi kelangsungan hidup bangsa.

"Bonus Demografi yang dimiliki Indonesia adalah peluang emas untuk mempercepat transformasi pertanian," katanya. 

Ajat Jatnika menambahkan, inovasi dan digitalisasi mendukung generasi muda dapat menjadi motor penggerak lahirnya pertanian maju, berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Siswa/i SMA Suluh Jakarta beserta pendamping diajak menuju tiga lokasi pada lahan praktik Inkubator Agribisnis yakni screen house tanaman hias, zona hidroponik sistem deep flow technique dan laboratorium pengolahan hasil pertanian. 

Di zona screen house tanaman hias, widyaswara spesialisasi budidaya didampingi petugas menjelaskan perbanyakan kaktus dengan teknik grafting dan sukulen dengan stek daun, yang cukup mudah karena bisa dipraktikkan generasi muda dan menjadi peluang bisnis menguntungkan di masa depan.

Kelompok lainnya mendatangi zona hidroponik sistem DFT (Deep Flow Technique). Petugas mendemonstrasikan pembuatan instalasi DFT dan mengajak sebagai murid untuk mempraktikkan pembuatan instalasi dan melakukan penanaman benih sayuran daun yang sudah disiapkan. 

Pengolahan Hasil
Beranjak ke lokasi berikutnya adalah laboratorium pengolahan hasil pertanian. Widyaiswara spesialisasi pengolahan hasil pertanian lalu memberikan penjelasan tentang sub sistem dalam agribisnis, yaitu sub sistem hulu untuk penyediaan sarana produksi, usaha tani yaitu budidaya, hilir yaitu kegiatan pengolahan hasil pertanian, dan jasa penunjang yaitu kegiatan pemasaran, keuangan, dan pendidikan. 

Sub sistem ini saling terintegrasi, mulai dari penyediaan input, proses produksi, pengolahan lebih lanjut, hingga distribusi dan pemasaran produk akhir. 

Peserta diberikan penjelasan tentang sub sistem hilirisasi komoditas sayuran yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. 

Mereka mempraktikkan olahan jagung menjadi es krim. Selanjutnya pengenalan alat dan bahan pembuatan olahan es krim jagung. Secara bergantian, siswa-siswi mempraktikkan pembuatan cemilan sehat yang sangat digemari yaitu es krim jagung, mulai dari pencampuran bahan yaitu jagung manis pipil, telur, susu kental manis, susu murni, dan bahan pengembang makanan.

Selanjutnya pemasakan bahan di atas kompor, pembekuan hingga adonan es krim dimixer sebelum dibekukan kembali dan siap konsumsi. Terakhir, dilakukan pengemasan es krim ke dalam kemasan yang menarik.

Terakhir, peserta diajak mengenal pascapanen kopi, mulai dari panen kopi, pencucian, pengelupasan kulit biji kopi, pengeringan, grading hingga menikmati segelas kopi varietas arabica. [yoko/chetty/timhumas bbpplembang]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup