11 Mei 2026
Pertanian

Tes Fisik dan Kesehatan, Syarat PMB Polbangtan Kementan bagi Jalur Umum

post-img
POLBANGTAN BOGOR: Direktur Yoyon Haryanto mengatakan Polbangtan Bogor sebagai bagian dari pendidikan vokasi Kementan, senantiasa menjaga standar seleksi ketat agar lulusan siap menjadi wirausaha muda pertanian yang inovatif dan memiliki daya tahan tinggi menghadapi tantangan di sektor pertanian.

BOGOR - Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor tengah melaksanakan tahap seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Umum untuk Tahun Akademik 2025/2026. Tahap ini memasuki proses penting berupa tes fisik dan kesehatan yang ketat dan berlapis untuk memastikan calon mahasiswa memiliki kondisi prima.

Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto mengatakan tes fisik dan kesehatan bukan hanya formalitas, namun menjadi salah satu upaya Polbangtan Bogor untuk menjamin kualitas SDM pertanian masa depan, sejalan visi Kementerian Pertanian RI (Kementan) mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern.

Upaya Polbangtan Bogor sejalan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman tentang pentingnya regenerasi petani melalui pendidikan vokasi, karena pertanian masa depan dikelola oleh generasi tangguh.

“Regenerasi SDM pertanian menjadi kunci. Mahasiswa Polbangtan tidak hanya harus cerdas juga kuat, sehat dan siap menghadapi tantangan lapangan," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (PPSDMP) Idha Widi Arsanti menegaskan pentingnya pemeriksaan ketat, terkait dengan kesehatan dan kemampuan fisik.

“Mahasiswa pertanian akan terjun langsung ke lapangan, menghadapi dinamika alam dan sosial. Kesehatan fisik dan mental yang baik adalah syarat utama untuk menghasilkan inovasi di sektor pertanian," katanya.

Polbangtan Bogor
Direktur Polbangtan Bogor, Yoyon Haryanto menegaskan dalam pengumuman resmi, disebutkan “seluruh calon mahasiswa wajib membawa perlengkapan sesuai ketentuan dan mengikuti seluruh tahap tanpa terkecuali.”

Yoyon Haryanto menambahkan, berdasarkan Pengumuman Nomor B-2740/SM.220/I.8/06/2025, calon mahasiswa yang lolos tahap wawancara kini mengikuti serangkaian pemeriksaan: Fisik meliputi tinggi & berat badan, tekanan darah, THT, mata, kulit, hingga pemeriksaan penyakit dalam dan neurologi; Laboratorium berupa pemeriksaan narkoba, darah lengkap, fungsi hati (SGOT, SGPT, HbsAg), fungsi ginjal (ureum, kreatinin), EKG, hingga rontgen thorax.

"Juga Tes Kejiwaan - menggunakan metode Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) untuk mengukur kesehatan mental dan kesiapan psikologis calon mahasiswa," katanya.

"Sementara untuk Tes Fisik Lapangan berupa lari, push-up, sit-up hingga lunges melalui kerja sama dengan Pusat Pendidikan Zeni TNI AD atau Pusdikzi Bogor," ungkap Yoyon Haryanto. 

Dia menambahkan, kegiatan tes berlangsung 3 dan 4 Juli 2025 pada tiga lokasi yakni Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Bogor untuk pemeriksaan jasmani, RSUD dr. Marzoeki Mahdi untuk tes kejiwaan, dan Kampus Polbangtan Bogor untuk tes fisik lapangan.

Yoyon Haryanto mengungkapkan, Polbangtan Bogor sebagai bagian dari pendidikan vokasi Kementan senantiasa menjaga standar seleksi ketat agar lulusan siap menjadi wirausaha muda pertanian yang inovatif dan memiliki daya tahan tinggi menghadapi tantangan di sektor pertanian. 

Calon mahasiswa diimbau terus memantau pengumuman resmi via website https://pmb.polbangtan-bogor.ac.id/ dan memastikan kesiapan mengikuti seluruh rangkaian tes hingga tahap akhir.

"Polbangtan Bogor meyakini, hanya generasi muda yang sehat, tangguh dan berprestasi yang mampu mengantarkan Indonesia menuju kedaulatan pangan dan pertanian yang maju. [wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup