27 Mei 2026
Pertanian

Duta Muda Sehat 2023, Mahasiswa Polbangtan Pelopor Generasi Peduli Kesehatan

post-img
POLBANGTAN BOGOR - Keempat mahasiswa/i Polbangtan Bogor terpilih menjadi ikon dan Duta Muda Sehat Kota Bogor 2023 yakni Ahmad Bajari, Dimas Prahasta, Kumala dan Ika Nurlelah yang berawal dari antusiasme untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang kesehatan.

KOTA BOGORota - Sebanyak empat mahasiswa/i Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dari Polbangtan Bogor terpilih menjadi Duta Muda Sehat Kota Bogor tahun 2023.

Bermula dari antusiasme tinggi untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, mendorong Ahmad Bajari, Kumala, Dimas Prahasta dan Ika Nurlelah mengikuti Pemilihan Pageant bergengsi di Kota Bogor, Jawa Barat.

Dinas Kesehatan bersama Paguyuban Duta Muda Sehat Kota Bogor menyelenggarakan Pemilihan Duta Muda Sehat Kota Bogor 2023, untuk mencari talenta pemuda/i Kota Bogor yang dapat berperan serta pada kegiatan kesehatan dan sebagai ikon muda kesehatan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian - Kementerian Pertanian RI [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa 10 tahun yang akan datang situasi akan berubah.

"Petani yang sekarang sedang produktif, akan memasuki usia pensiun. Regenerasi petani tua ke petani muda harus segera dilaksanakan," katanya.

Menurutnya, petani milenial itu cerdas, melek terhadap Iptek dengan dan adrenalin luar biasa bagi pembangunan pertanian.

Proses seleksi cukup panjang. Mulai pemberkasan, tes tulis dan wawancara dan Focus Group Discussion [FGD] berhasil dilalui dengan baik. Proses awal seleksi dimulai dengan melengkapi berkas persyaratan. Akhirnya, terjaring 24 finalis untuk mengikuti putaran final Pemilihan Duta Muda Sehat Kota Bogor.

“Suatu kebanggaan bagi saya menjadi bagian Duta Muda Sehat Kota Bogor 2023. Ikut mengambil peran menjalankan program-program kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat," kata Ahmad Bajari.

Aktivitas yang akan dilaksanakan Bajari dan kwan-kawan berupa kampanye kesehatan, aktif dalam kegiatan komunitas, membuat konten edukatif kesehatan, kunjungan ke sekolah dan kampus, konsultasi dengan ahli kesehatan, pemantauan dan evaluasi kegiatan serta aktivitas lainnya.  

Ika Nurlelah mengakui, sebagai generasi muda kita harus lebih aware pada kesehatan. Kita harus bisa menjadi teladan bagi orang-orang di sekitar kita. Penerapan pola makan dan hidup sehat selalu menjadi perhatian. 

"Pengetahuan bidang kesehatan yang perlu selalu di-upgrade seperti pengelolaan stres, mental sehat, menghindari kebiasaan berbahaya, kesadaran lingkungan dan sebagainya," kata mahasiswi Prodi TMP.

Sementara Kumala, mengaku sangat tertarik mengikuti Pemilihan Duta Muda Sehat, karena ingin menjadi figur muda kesehatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. 

Kumala juga terdorong oleh rasa ingin tahunya terkait kesehatan. Kumala pun berkeinginan dapat mengajak teman-teman di asrama agar lebih aware terhadap kesehatan.

Proses awal seleksi dimulai dengan melengkapi berkas persyaratan. 178 peserta dinyatakan lolos pemberkasan.

Kegiatan FGD merupakan tahap penjaringan terakhir, untuk menentukan finalis. Sebanyak 60 peserta di tahap tersebut, menunjukan gagasan dan performa terbaiknya. Setelah tahapan FGD, terjaring 24 finalis.

Seluruh finalis mengikuti kegiatan karantina selama tiga hari, dengan agenda pemaparan materi oleh Dinas Kesehatan Kota Bogor dan mitra sponsor, presentasi peserta dengan topik yang sudah ditentukan, outbound, serta persiapan putaran final.

Putaran final berlangsung di Saung Dolken Cimahpar Bogor, dengan sejumlah rangkaian kegiatan. Mulai dari tarian persembahan dari para finalis, speech persuasive dan penyematan sebagai Duta Muda Sehat Kota Bogor 2023.

Dimas Prahasta mengaku tidak menyangka dirinya bisa lolos tahapan wawancara dan membawanya masuk ke tahap FGD. 

Pada tahapan ini, peserta mendapat dua kali kesempatan berbicara dengan tema yang ditentukan oleh panitia, dari tahapan FGD terjaring terpilih 24 finalis.

“Saya tidak menyangka bisa lolos sampai akhir seleksi. Saya sangat senang waktu itu, tetapi yang paling besar adalah tanggung jawabnya setelah menjadi Duta Muda Sehat," katanya.

Dimas Prahasta mengakui, menjadi milenial merupakan privilege, karena kita dekat pada teknologi. "Kita dapat mengambil segala informasi di lautan internet. Teruslah belajar dan buatlah perubahan untuk negeri ini. Kita milenial harus menjadi penggerak negeri ini." [rndyn/wisda/timhumas polbangtanbogor]

 

 

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Kami Menyajikan informasi terkini dan terbaru seputar ekonomi, politik, hiburan , mancanegara, dan gaya hidup